KategoriMakanan
BahasaBahasa Indonesia
Tanggal Terbit22 Maret 2026 pukul 22.56

Seafood Tower 5 Tingkat — Review Jujur, Harga, Cara Makan

#seafood kukus bertingkat#makanan laut segar#lobster scallop abalon

Menara seafood kukus yang pasti kamu temui di kota pesisir Korea

Kalau kamu jalan-jalan ke pesisir Korea, ada satu pemandangan yang pasti bakal kamu lihat: meja-meja restoran dengan tumpukan kukusan aluminium bertingkat 3, 4, bahkan 5 tingkat, dengan uap mengepul dari sela-selanya. Itu namanya jogaejjim, menara seafood kukus. Makanan laut segar disortir berdasarkan jenisnya, ditumpuk berlapis-lapis di dalam kukusan, lalu dikukus sekaligus. Restoran kayak gini bisa kamu temuin dengan gampang di semua kota pesisir Korea — Tongyeong, Busan, Taean, Sokcho, Jeju, di mana aja.

Kalau ngomongin seafood Korea ke wisatawan, kebanyakan langsung kepikiran sashimi atau ikan mentah. Tapi hampir semua orang yang pernah coba jogaejjim bilang ini lebih oke. Sashimi itu ikan mentah di piring. Jogaejjim itu pengalaman yang beda total. Kamu dapat lobster, abalon, scallop, keong laut, kepiting, dan udang — semuanya dikukus bareng dalam satu kali makan. Sebagai sajian seafood, variasi dan dramanya itu jauh lebih kena. Makanya aku pengen bikin review yang lengkap soal pengalaman ini.

Strukturnya begini: setiap tingkat kukusan isinya jenis seafood yang berbeda. Selama dikukus, sari-sari makanan laut menetes ke bawah dan terkumpul di tingkat paling dasar, jadi kaldu yang super kaya rasa. Di akhir, kamu masukin mie potong tangan (kalguksu) ke dalam kaldu itu sebagai penutup. Kamu pilih jumlah tingkat sesuai ukuran rombongan — biasanya 3 sampai 5 tingkat — dan harganya beda-beda tergantung daerah, tapi menara 5 tingkat untuk 3–4 orang kira-kira sekitar Rp1.400.000.

Jogaejjim Sekilas

Hidangan Jogaejjim — menara seafood kukus bertingkat ala Korea
Kisaran Harga 3 tingkat ~Rp1.000.000 / 5 tingkat ~Rp1.400.000
Jumlah Orang 3 tingkat untuk 2–3 orang / 5 tingkat untuk 3–4 orang
Di Mana Kota pesisir mana aja — Tongyeong, Busan, Taean, Sokcho, Jeju, dll.
Durasi Makan Sekitar 1 sampai 1,5 jam

Ketemu jogaejjim 5 tingkat di musim dingin Tongyeong

Ini ceritanya waktu musim dingin, aku dan keluarga lagi di Tongyeong, kota pelabuhan di pesisir selatan Korea yang jaraknya sekitar 4 jam dari Seoul. Istri, ibu, adik, dan aku — berempat — lagi jalan-jalan di dekat pantai, terus ngeliat restoran jogaejjim dan langsung masuk aja. Lagi low season dan masih sore, jadi langsung dapat meja tanpa antri. Di luar dingin banget, jadi cuma duduk di tempat hangat aja udah bikin seneng. Di menu ada pilihan 3 tingkat, 4 tingkat, dan 5 tingkat. Karena lagi liburan, ya udah sekalian aja pesan yang 5 tingkat. Sekitar Rp1.400.000. Jujur, nggak murah. Tapi dibagi empat jadi sekitar Rp350.000 per orang — yang berhasil aku yakinin ke diri sendiri sebagai harga wajar buat makan seafood di tempat wisata.

Suasana di dalam restoran jogaejjim di Tongyeong, duduk di meja menunggu pesanan

Banchan yang datang duluan sebelum menara seafood

Sebelum menaranya datang, yang disajiin duluan itu banchan alias lauk pendamping. Kami dapat kimchi, tauge bumbu, tteok (kue beras), dan mandu (pangsit kukus). Di restoran Korea, semua banchan ini gratis total. Mereka otomatis datang bareng hidangan utama, dan kalau kurang tinggal minta tambah tanpa bayar lagi. Turis dari luar negeri biasanya kaget pertama kali ngalamin sistem ini, tapi di Korea ini hal yang sangat biasa.

Banchan gratis di restoran seafood — kimchi, tauge, kue beras, dan pangsit tersaji di meja

Banchan-nya masih terus datang. Salad ikan mentah pedas, salad rumput laut, acar timun isi, dan jeli ek. Karena ini restoran pinggir pantai, seneng banget salad ikan mentahnya jadi banchan — hal yang nggak bakal kamu temuin di restoran pedalaman.

Momen menara kukusan 5 tingkat mendarat di meja

Dan akhirnya datang juga. Jogaejjim 5 tingkat. Lima kukusan aluminium ditumpuk satu di atas yang lain dan ditaruh langsung di meja — setinggi itu sampai aku nggak bisa ngeliat muka ibu yang duduk di seberang. Meja sebelah juga ikut nengok. Isinya apa ya, buka dari atas dulu atau dari bawah? Dua jenis saus udah disiapkan: chojang (saus merah asam-pedas dari cuka) dan saus berbasis kecap asin.

Menara jogaejjim 5 tingkat bertumpuk di meja dengan saus chojang dan kecap di samping

Tingkat paling atas — lobster dan gurita

Detik kami buka tutup paling atas, berempat langsung teriak bareng. Satu ekor lobster utuh duduk di sana, dan di sebelahnya gurita dengan tentakel melingkar. Ibu langsung bilang, "Kalau ini cuma tingkat pertama, di bawahnya isinya apa dong?" Aku juga penasaran setengah mati, pengen langsung buka tingkat selanjutnya. Adik udah sibuk keluarin HP buat foto, istri malah ngeliatin capit lobster sambil khawatir gimana cara bongkarnya. Dari tingkat pertama aja udah segini, Rp1.400.000 kayaknya nggak terlalu mahal juga deh.

Lobster utuh dan gurita kukus di tingkat paling atas menara seafood 5 tingkat

Aku cabut daging ekor lobster-nya dan ternyata lebih tebal dari yang aku kira. Karena dikukus, dagingnya nggak kering sama sekali — lembab dan empuk. Kalau kamu bayangin lobster panggang mentega, ini beda banget rasanya. Karena dikukus tanpa bumbu, rasa manis alami dagingnya jauh lebih kelihatan. Terus kalau dicocol ke chojang, rasa asam-pedas khas seafood Korea itu langsung nendang. Bayangin bedanya kayak makan udang rebus biasa sama udang yang baru ditarik dari laut terus langsung dikukus — tingkatannya beda.

Close-up daging ekor lobster kukus yang lembab dan empuk baru dikeluarkan dari kukusan

Guritanya datang dengan tentakel dikukus utuh. Pengisapnya masih kelihatan jelas banget, yang mungkin agak bikin kaget kalau pertama kali lihat, tapi tinggal potong pakai gunting jadi ukuran satu suap. Makin dikunyah makin keluar rasa gurihnya, dan nggak alot sama sekali — kenyal pas.

Pelayan restoran memotong gurita dan lobster dengan gunting jadi ukuran makan

Pelayannya datang, potong gurita pakai gunting, pisahin capit lobster dari badannya, terus tata semuanya di piring buat kami. Di restoran jogaejjim Korea, pelayan yang nyiapin semuanya kayak gini itu hal yang umum banget. Mau pertama kali datang juga nggak perlu bingung gimana cara makannya.

Cara Makan Jogaejjim — Kalau Ini Pertama Kalinya

Urutan Mulai dari tingkat paling atas, buka tutupnya dan turun ke bawah. Pindahkan seafood ke piring, lalu minta pelayan angkat kukusan yang kosong.
Saus Disediakan dua saus cocolan — chojang (saus merah asam-pedas) dan saus kecap. Celup sesuai selera.
Penyajian Pelayan biasanya motong semua pakai gunting. Kalau nggak, tinggal minta.
Penutup Masukin mie ke dalam kaldu di tingkat paling bawah — itu hidangan penutupnya.

Tingkat penuh scallop

Membuka tingkat kedua kukusan, penuh scallop bertumpuk dengan uap mengepul

Tingkat selanjutnya isinya scallop penuh banget. Cangkangnya berbenjol-benjol dan ukurannya beda-beda, dan karena Tongyeong memang terkenal dengan budidaya scallop dan tiram, ekspektasinya tinggi. Begitu tutupnya dibuka, uap beraroma laut langsung menyembur keluar. Di hari yang dingin, uapnya terasa makin dramatis. Inilah daya tarik sesungguhnya dari jogaejjim — sensasi penasaran setiap kali buka tingkat baru, nggak tahu isinya apa.

Scallop kukus dengan cangkang terbuka menampilkan telur oranye dan otot adduktor putih

Kalau scallop dikukus, cangkangnya terbuka dan daging di dalamnya kelihatan. Bagian oranye itu telurnya, dan bagian putih bulat itu otot adduktor — nah ini bintang utamanya. Copot, masukin ke mulut: lembut tapi ada gigitannya yang mantap, dan rasa manisnya naik cukup kuat. Bayangin bedanya kayak scallop beku dari supermarket sama scallop yang baru diangkat dari kapal nelayan — yang ini jelas masuk kategori kedua.

Close-up otot adduktor dan telur scallop masih nempel di cangkang, siap dicabut pakai sumpit

Dari dekat, keliatan banget otot dan telurnya masih nempel di cangkang dalam keadaan baru dikukus. Tinggal copot pakai sumpit — gampang. Bagian jeroan hitam dibuang aja, fokus makan otot putih dan telur oranyenya. Adikku nangkring di tingkat ini, cuma makan scallop terus-terusan. Aku tanya kenapa, dia bilang ini tingkat paling enak. Jujur? Aku setuju.

Keong laut, abalon, kepiting, udang — paket komplit seafood

Tingkat ketiga kukusan penuh keong laut, abalon, kepiting biru, dan udang dalam satu lapisan

Tingkat selanjutnya itu paket komplit seafood. Keong laut, abalon, kepiting biru, dan udang semuanya ada di satu tingkat. Sisa gurita dari atas yang belum habis kami turunin ke tingkat ini, dan cangkang kosong sama piring di meja mulai numpuk cepet banget. Istri cuma milih-milih udang doang, ibu diam aja agak lama sibuk bongkar kaki kepiting.

Abalon — kuahnya harus diminum, itu kuncinya

Abalon kukus masih di cangkang dengan kuah mendidih di dalamnya

Abalon-nya datang dikukus di dalam cangkang, dengan kuahnya yang mendidih bergolak di dalam. Kuah ini yang penting. Itu kaldu asin yang keluar dari jeroan abalon — sendokin dan rasanya kayak minum konsentrat lautan murni, gurih banget umaminya. Daging abalonnya sudah diiris-iris, jadi gampang dicabut pakai sumpit. Dengan keong laut, udang, abalon, dan kepiting semua campur di satu tingkat, kebingungan mau ambil yang mana duluan itu justru jadi bagian serunya.

Serunya mengeluarkan daging keong dari cangkang

Close-up keong laut di cangkang dengan kuah terkumpul dan daging melingkar di dalamnya

Daging keong laut itu melingkar di dalam cangkang spiral, dan cara makannya diputar keluar pakai tusuk gigi. Kalau pertama kali coba, dagingnya pasti putus di tengah. Aku juga gagal dua kali, baru yang ketiga berhasil satu tarikan penuh — dan rasanya puas banget. Ibu berhasil sekali coba langsung, terus ngajarin tekniknya, tapi jujur dengerin juga tetep aja nggak bisa.

Abalon dan udang tertata di tingkat kukusan, warna seafood cerah dan segar

Di musim dingin yang beku, tiup-tiup abalon panas yang baru diangkat dari kukusan. Di situlah rasanya terbayar udah capek-capek ke pinggir laut. Ibu paling lama nongkrong di tingkat ini.

Jogaejjim 5 Tingkat — Isi Setiap Lapisan

Tingkat 5 (Atas) Lobster dan gurita — seafood paling besar dan paling mencolok ada di paling atas
Tingkat 4 Scallop — dikukus di cangkang, makan otot adduktor dan telurnya
Tingkat 3 Keong laut, abalon, kepiting biru, udang — paket komplit seafood
Tingkat 2 Kerang kipas dan kerang keras — fokus kerang-kerangan
Tingkat 1 (Bawah) Kaldu seafood + mie — penutup yang dibuat dari semua sari kukusan di atasnya

Kerang kipas dan kerang keras — rasa kerang sejati

Tingkat kedua kukusan berisi kerang kipas besar dan kerang keras

Tingkat selanjutnya isinya kerang kipas (kijogae) dan kerang keras (baekhap). Kerang kipasnya cukup besar — duduk di kukusan dengan cangkang terbuka, dan kelihatan jelas isi telur oranye sama otot putihnya. Otot kerang kipas ini bagian premium yang bahkan di restoran sashimi dijual mahal, dan rasanya beda lagi kalau dimakan kukus.

Close-up isi kerang kipas dengan telur oranye dan otot adduktor putih yang terlihat jelas

Dari dekat, dagingnya terekspos gitu aja. Yang oranye telur, yang putih otot. Otot kerang kipas ini teksturnya kenyal, hampir membal — kayak kualitas sashimi tapi hangat. Jujur, sampai tingkat ini perut udah lumayan penuh, jadi lebih ke arah masukin aja ke mulut daripada bener-bener nikmatin. Tapi tetep aja, otot kerang kipas ini emang enak banget nggak bisa dibantah.

Tumpukan kerang keras kukus dengan cangkang terbuka siap dimakan

Kerang keras-nya numpuk banyak banget. Bentuknya mirip kerang biasa tapi ukurannya jelas lebih besar, dan karena cangkangnya udah terbuka, tinggal buka tangan terus makan langsung. Porsinya melimpah — berempat makan masih sisa. Sampai tingkat ini, jujur aja, kupas scallop, kupas kerang, udah mulai males sih. Tadi di awal seru-seru aja, tapi kalau terus-terusan kupas, tangan beneran capek.

Penutupnya mie kalguksu — ini yang jadi highlight sesungguhnya

Kaldu seafood di tingkat paling bawah dengan mie kalguksu sedang direbus, ditabur rumput laut dan cabai hijau

Tingkat paling bawah isinya kaldu. Selama seafood di atasnya dikukus, semua sari kerang menetes ke bawah dan terkumpul di dasar, jadi kaldu konsentrat. Kamu masukin porsi mie potong tangan (kalguksu) ke dalamnya, didihkan, dan itulah hidangan penutup. Di atasnya ada taburan rumput laut, cabai hijau pedas, dan tauge — segar tapi ada pedasnya yang nendang. Kalau ada sisa kerang dari tingkat atas, lempar aja ke kaldu ini dan rasanya makin dalam. Perut udah penuh banget setelah 5 tingkat, tapi kaldu ini tetep aja masuk. Ibu bilang kaldu ini bagian terenak dari semuanya, dan baru setelah makan 5 tingkat penuh aku akhirnya paham maksudnya.

Rincian Biaya Jujur

Jogaejjim 5 Tingkat Sekitar 120.000 won (~Rp1.400.000)
4 Tingkat Lebih murah (beda-beda tiap restoran)
3 Tingkat Opsi paling terjangkau, pas untuk 2–3 orang
Banchan Semua gratis, bisa minta refill
Per Orang 5 tingkat bagi 4 = sekitar 30.000 won (~Rp350.000)

Yang jujur bikin agak kecewa

Lima tingkat itu BANYAK BANGET porsinya. Sampai tingkat ke-3, kamu masih semangat — "Wah ada ini juga! Ada itu juga!" — makan dengan antusias. Tapi dari tingkat ke-4, perut udah penuh banget jadi lebih ke arah ngabisin daripada nikmatin. Kupas scallop, kupas kerang terus-terusan, tangan beneran pegel. Dan Rp1.400.000 itu ya memang lumayan, nggak bisa bohong. Kalau pergi ber-2 atau ber-3, 3 tingkat itu udah cukup banget. Porsinya melimpah dan harganya jauh lebih ringan. Yang 5 tingkat, simpan buat rombongan 4 orang ke atas, dan cuma buat hari di mana kamu memang niat "hari ini kita makan yang bener-bener."

Tapi tetep harus dicoba setidaknya sekali

Meskipun begitu, kalau kamu lagi jalan-jalan di pesisir Korea, jogaejjim itu pengalaman yang beneran aku saranin buat dicoba minimal sekali. Sensasi penasaran setiap angkat tutup kukusan tanpa tahu isinya apa, suara gunting yang motong seafood, kupas-kupas cangkang sambil ngobrol dan ketawa bareng orang-orang yang kamu ajak — suasana itu yang jadi rasa sesungguhnya dari jogaejjim. Duduk di depan kukusan beruap di hari musim dingin yang beku, tiup-tiup makanan laut panas sampai kacamata berembun — itu sesuatu yang nggak bisa kamu rasakan lewat foto. Harus duduk sendiri di sana baru ngerti.

Dan bukan cuma di Tongyeong. Busan, Taean, Sokcho, Jeju — di kota pesisir mana aja di Korea, restoran seafood kukus bertingkat kayak gini gampang banget ditemuin. Kalau kamu lagi jalan-jalan di dekat pantai dan ngeliat restoran dengan menara kukusan mengepul kelihatan dari luar, langsung masuk aja.

Kota-Kota Pesisir Korea untuk Makan Jogaejjim

Tongyeong Kota pelabuhan besar di pesisir selatan. Terkenal dengan budidaya scallop dan tiram — restoran jogaejjim paling banyak di sini.
Busan Kota terbesar kedua di Korea dengan pusat seafood ikonik seperti Pasar Jagalchi dan Gijang. Gampang cari restoran jogaejjim.
Taean Destinasi pantai populer di pesisir barat. Saat musim kepiting dan udang besar, isi jogaejjim-nya makin berlimpah.
Sokcho Kota pelabuhan di pesisir timur. Area sekitar Pasar Jungang Sokcho dan Pelabuhan Daepo penuh restoran seafood.
Jeju Pulau dengan tradisi haenyeo (penyelam wanita) yang masih hidup. Terkenal banget dengan abalon dan keong lautnya.

Artikel ini pertama kali diterbitkan di https://hi-jsb.blog.

Tanggal Terbit 22 Maret 2026 pukul 22.56
Tanggal Diperbarui 30 Maret 2026 pukul 06.50