Kategorifood
BahasaID
11 Maret 2026 pukul 22:24

Jingisukan Hokkaido | Review Jujur Daging Domba Panggang Sapporo

#kuliner Jepang wajib coba#wisata kuliner luar negeri#restoran daging panggang

Makanan yang direkomendasikan warga lokal Hokkaido: Jingisukan

Selama trip ke Hokkaido, ada satu kalimat yang saya dengar dari orang lokal: "Kalau sudah ke Hokkaido, harus coba jingisukan." Bukan ramen, bukan kepiting — tapi jingisukan. Awalnya saya bingung. Jingisukan bukannya nama Genghis Khan, pahlawan Mongolia? Kok jadi nama makanan? Tapi kalau jalan-jalan di Sapporo, beneran deh, papan nama restoran jingisukan ada di mana-mana. Memang nggak sebanyak kedai ramen, tapi lumayan banyak. Buat orang sini, ini memang makanan sehari-hari biasa. Jingisukan Hokkaido ternyata bukan sekadar makanan turis — ini kuliner khas daerah yang sudah jadi bagian hidup mereka.

Apa itu Jingisukan (ジンギスカン)?

Daging domba yang dimarinasi dengan saus khusus lalu dipanggang, atau dipanggang dulu baru dicelup ke saus — ini adalah makanan khas daerah Hokkaido. Ciri khasnya adalah grill khusus yang tengahnya cembung. Daging diletakkan di bagian tengah yang menonjol, lalu jus daging dan saus mengalir ke pinggir grill tempat sayuran diletakkan, sehingga sayuran ikut matang secara alami.

Bagi orang Hokkaido, jingisukan adalah soul food yang selalu hadir saat hanami (melihat bunga sakura), camping, atau kumpul keluarga. Kalau di Indonesia, posisinya mirip seperti sate atau bakaran — makanan rakyat yang semua orang suka.

Kalau khawatir dengan bau prengus daging domba, pilih restoran dengan gaya sakizuke (daging dimarinasi dulu). Bumbu marinasinya menetralisir bau, jadi orang yang baru pertama kali makan pun bisa menikmati tanpa rasa risih.

Sakizuke dan Atozuke, dua cara penyajian

Setelah cari-cari info, ternyata jingisukan Hokkaido punya dua gaya utama. Yang pertama sakizuke (漬け込み), di mana dagingnya direndam dulu di saus sebelum dipanggang. Yang kedua atozuke (後づけ), di mana daging mentah langsung dipanggang lalu dicelup ke saus sesudahnya.

Sakizuke (漬け込み)

Daging dimarinasi lebih dulu dalam saus berbasis kecap asin Jepang

Rasanya mirip daging bakar bumbu kecap manis

Bau prengus domba hampir tidak terasa

Cocok untuk pemula

Atozuke (後づけ)

Daging mentah langsung dipanggang, baru dicelup saus

Bisa merasakan cita rasa asli daging domba

Cocok untuk yang sudah terbiasa dengan daging domba

Kalau sensitif bau, bisa jadi pro-kontra

Restoran yang saya datangi pakai gaya sakizuke. Dagingnya sudah dimarinasi dalam saus berbasis kecap asin Jepang, mirip-mirip bumbu daging bakar kecap manis yang familiar di lidah kita. Katanya atozuke lebih cocok buat yang mau merasakan rasa asli daging domba, tapi karena saya belum pernah coba yang itu, saya nggak bisa komentar banyak.

Masuk ke restoran jingisukan di Susukino, Sapporo

Waktu itu saya lagi cari tempat makan malam di pusat kota Sapporo, dan akhirnya masuk ke sebuah restoran jingisukan. Jujur, nama restorannya saya nggak ingat. Yang pasti di sekitar Susukino, tapi saya nggak foto papan namanya. Sekarang nyesel banget. Tapi di Sapporo, restoran jingisukan itu banyak banget, jadi ke mana pun kualitasnya minimal oke. Saya pernah dengar kalau restoran kecil di gang-gang biasanya lebih worth it dibanding rantai terkenal di tengah area wisata, tapi karena saya nggak bandingin langsung, nggak bisa jamin juga sih.

Grill khusus jingisukan, bedanya apa sama restoran BBQ biasa?

Grill khusus jingisukan Hokkaido dengan bagian tengah cembung | 하이제이에스비

Begitu duduk, grill seperti ini langsung disajikan. Sekilas mirip sama restoran BBQ pada umumnya, tapi kalau dilihat lebih dekat, bagian tengahnya agak menonjol ke atas dan ada alur-alur yang menyebar ke luar seperti jari-jari roda. Ini namanya grill khusus jingisukan. Awalnya saya kira cuma grill bulat biasa, tapi ternyata strukturnya cukup pintar. Daging dipanggang di bagian tengah yang menonjol, lalu minyak dan saus mengalir lewat alur-alur itu ke pinggir, di mana sayuran sudah diletakkan dan menyerap semuanya sambil ikut matang. Makanya sayurannya nggak perlu dibumbui terpisah — ini alasannya.

Set jingisukan dengan nasi dan sup penataan ala Jepang | 하이제이에스비

Nasi dan sup juga ikut disajikan, dan begitu duduk saya langsung merasa agak aneh. Posisi nasi dan supnya terbalik dibanding yang biasa saya lihat. Di Korea, nasi di kiri dan sup di kanan, tapi di Jepang kebalikannya. Sumpit juga diletakkan horizontal. Hal kecil sih, tapi tangan saya terus-terusan salah arah. Padahal sudah beberapa hari traveling, tapi yang ini tetap nggak bisa terbiasa.

Setting awal: daging domba dan sayuran satu tim

Setting awal jingisukan Hokkaido daging domba dan tauge sayuran | 하이제이에스비

Setting awalnya tampil seperti ini. Di pinggir grill penuh dengan sayuran, dan di bagian tengah yang menonjol ada daging domba. Sayuran utamanya tauge, dengan bawang bombay, wortel, dan paprika di bawahnya. Dagingnya disajikan sudah dalam keadaan dimarinasi saus berbasis kecap asin Jepang, dan begitu lihat warnanya, langsung terlintas "Lho? Ini kan mirip daging bakar bumbu kecap!"

Daging domba jingisukan sakizuke close-up warna marinasi | 하이제이에스비

Dari dekat, warnanya beneran mirip daging bakar bumbu manis. Katanya sausnya terbuat dari kecap asin Jepang dicampur buah dan rempah-rempah. Kalau sudah familiar dengan masakan Asia, sebelum suapan pertama pun sudah bisa nebak kira-kira rasanya seperti apa. Makan di negeri orang tapi rasanya kok familiar banget. Ini kelebihan gaya sakizuke — orang yang baru pertama kali pun bisa makan tanpa rasa risih. Tapi kalau mengharapkan rasa yang benar-benar baru, mungkin agak kaget sih. Pasti ada yang bilang "Ini bukannya mirip daging bakar bumbu kecap biasa ya?"

Perbedaan tiap bagian daging domba

Perbandingan 4 bagian daging domba jingisukan | 하이제이에스비

Kami pesan 4 bagian daging yang berbeda. Serat dan warnanya sedikit berbeda tiap bagian, tapi jujur waktu makan saya nggak terlalu bisa bedain "ini bagian mana ya?" Paling cuma bisa bilang yang ini agak alot, yang ini empuk. Seru sih pesan beberapa bagian sekaligus terus bandingin sambil makan, tapi kalau baru pertama kali coba daging domba, mending pesan satu bagian dulu, kalau cocok baru tambah.

Cara makan jingisukan: kosongkan bagian tengah

Cara setting grill jingisukan bagian tengah dikosongkan | 하이제이에스비

Cara makan jingisukan itu agak unik. Sayuran ditata penuh di pinggir grill, tapi bagian tengahnya harus dikosongkan. Bagian tengah yang menonjol itu suhunya paling tinggi, jadi daging harus dipanggang di situ biar matangnya pas. Awalnya saya nggak tahu dan langsung gelar sayuran di seluruh grill, lalu pelayannya datang dan membersihkan bagian tengah untuk saya. Agak malu sih, tapi ya namanya pertama kali.

Proses panggang jingisukan jus daging dan saus mengalir ke sayuran | 하이제이에스비

Begitu api dinyalakan dan daging diletakkan, saus bumbu dan jus daging pelan-pelan mengalir ke pinggir. Kelihatan banget bagaimana cairan itu meresap ke tauge dan sayuran di sekelilingnya. Suara mendesis terdengar, aroma kecap yang terbakar naik ke atas — ini benar-benar bikin nafsu makan. Ambil dagingnya duluan, lalu belakangan ambil tauge yang sudah menyerap saus — itu nikmat banget. Sayurannya bukan sekadar pelengkap, tapi satu paket sama dagingnya.

Tauge yang meresap saus adalah bintang tersembunyi

Tauge jingisukan yang sudah meresap saus dalam keadaan tumis | 하이제이에스비

Makin lama makan, tauge makin berkurang. Minyak daging dan saus meresap, taugenya layu dan jadi kayak keadaan ditumis. Justru tauge dalam kondisi ini yang lebih enak. Dibanding waktu masih mentah di awal, setelah meresap saus rasanya jauh lebih mantap. Kalau sudah mulai eneg makan daging terus, ambil tauge sesuap — asin gurih dan mulut langsung segar lagi.

Grill jingisukan saus mengental dengan daging domba dan bawang | 하이제이에스비

Saus mulai menggenang dan mengental di grill, daging dan bawang bombay ikut mengecil bersama. Di titik ini bawangnya mulai mengeluarkan rasa manis, dan rasa sausnya berubah dari yang tadi. Jadi lebih pekat dan manis. Kalau dagingnya digulung-gulung di saus ini, rasanya kayak dapat lapisan bumbu tambahan.

Menjelang habis, justru di situlah jingisukan sempurna

Jingisukan tahap akhir daging domba terkaramelisasi dan saus mengental | 하이제이에스비

Kalau dimasak lebih lama lagi, jadinya kayak gini. Saus hampir habis mengental menempel, dan permukaan daging mulai terkaramelisasi. Kelihatan sedikit gosong, tapi justru ini yang bikin gurih. Tauge sudah hampir habis, tinggal beberapa potong daging dan bawang — dan di titik ini perut sudah cukup kenyang.

Salad pelengkap juga ternyata enak

Salad pelengkap jingisukan tomat ceri dengan dressing wijen | 하이제이에스비

Ada juga salad sebagai pelengkap. Cuma tomat ceri dengan dressing wijen, simpel banget, tapi kalau diambil satu-dua di sela-sela makan daging berminyak, mulut langsung terasa segar. Jingisukan sendiri bumbunya cukup kuat, jadi pelengkap sesimpel ini ternyata cocok banget.

Kesan jujur: cara makannya lebih seru dari rasanya

Kalau ditanya kesan jujur secara keseluruhan, rasanya lebih familiar dari yang saya kira. Baunya hampir nggak ada sampai saya mikir "Ini beneran daging domba?" Rasanya sendiri cukup mirip daging bakar bumbu kecap manis, jadi sama sekali nggak ada rasa risih. Tapi kebalikannya, kalau mengharapkan "pengalaman kuliner yang super baru," bisa-bisa agak hambar. Bukan rasa yang bikin kaget, bukan sesuatu yang nggak pernah kita temui sebelumnya.

Tapi yang bikin jingisukan Hokkaido berkesan itu justru cara makannya. Struktur grillnya, proses daging dan sayuran yang matang bareng, saus yang mengental dan berubah rasa — semuanya. Mirip-mirip sama restoran BBQ biasa, tapi detailnya beda. Mengalami perbedaan-perbedaan kecil itu yang bikin seru.

Recommended buat kamu yang:

Di Hokkaido pengen coba selain ramen dan seafood

Belum pernah makan daging domba dan pengen mulai tantangan

Suka BBQ-an jadi merasa nyaman dengan cara makan yang mirip

Pengen rasain makanan khas daerah yang benar-benar dimakan warga lokal

Kurang cocok buat kamu yang:

Mengharapkan rasa yang benar-benar baru dan mengejutkan (mirip daging bakar bumbu kecap)

Sangat sensitif terhadap bau prengus domba (sakizuke pun masih ada sedikit)

Nggak mau baju bau asap (namanya juga restoran panggang)

Mengutamakan harga murah (per orang sekitar Rp300.000–500.000)

Khawatir bau prengus daging domba?

Pilih restoran gaya sakizuke. Karena dagingnya sudah dimarinasi, bau khas domba hampir nggak terasa. Saya sendiri bukan penggemar daging domba, tapi sama sekali nggak merasa risih waktu makan. Kalau mau merasakan rasa asli daging domba, cari yang gaya atozuke — tapi karena saya belum coba, nggak bisa komentar banyak.

Jingisukan Sapporo: harga dan hal-hal yang perlu diketahui

Restoran jingisukan di Sapporo itu banyak banget. Di sekitar Susukino saja kayaknya ada puluhan. Ada rantai terkenal, ada juga kedai lokal kecil, dan menurut saya ke mana pun nggak akan terlalu mengecewakan.

Info referensi jingisukan Sapporo

Estimasi harga: Per orang dengan 2–3 porsi daging + set nasi, sekitar 3.000–5.000 yen (kurang lebih Rp300.000–500.000)

Area rekomendasi: Sekitar Susukino (すすきの) di Sapporo, paling banyak terkonsentrasi

Untuk pemula: Gaya sakizuke (dimarinasi) paling mudah diterima

Tips: Bau asap lumayan nempel di baju, jadi sebaiknya jaket atau mantel digantung di dekat pintu masuk restoran

Saya nggak ingat persis bayar berapa, tapi kayaknya sekitar 4.000 yen — kurang lebih Rp400.000-an. Mengingat harga di Hokkaido, ya segitulah wajarnya.

Kalau itinerary Hokkaido kamu masih ada satu malam yang kosong, coba masukin jingisukan Sapporo. Ramen dan seafood pasti akan dimakan juga, jadi di antaranya sisipkan satu makan malam seperti ini. Apalagi kalau makan malam di Sapporo, ini pilihan yang nggak buruk. Tapi siap-siap aja ya, rasanya mirip daging bakar bumbu kecap manis. Kalau mengharapkan kejutan rasa yang benar-benar baru, mending turunkan sedikit ekspektasinya. Tapi tetap, cara makannya sendiri seru, dan pengalamannya bikin kerasa banget kalau kamu memang lagi di Hokkaido.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah jingisukan baunya prengus banget?

Kalau gaya sakizuke (dimarinasi bumbu), hampir nggak terasa. Saya sendiri bukan orang yang suka daging domba, tapi sama sekali nggak merasa risih. Tapi untuk gaya atozuke (daging mentah dipanggang lalu dicelup saus), bau asli daging domba mungkin agak terasa — kalau pertama kali, saya sarankan pilih restoran sakizuke.

Berapa harga jingisukan di Sapporo?

Beda-beda tiap restoran, tapi per orang dengan 2–3 porsi daging plus nasi dan set, umumnya sekitar 3.000–5.000 yen (kurang lebih Rp300.000–500.000). Ada juga restoran all-you-can-eat yang biasanya di kisaran 4.000 yen (sekitar Rp400.000).

Makan jingisukan baju jadi bau nggak?

Iya, mirip kayak makan di restoran BBQ biasa. Kebanyakan restoran jingisukan menyediakan gantungan baju di dekat pintu masuk, jadi jaket atau mantel sebaiknya digantung dulu sebelum masuk. Kalau musim dingin pakai jaket tebal, ini harus diperhatikan banget.

Perlu reservasi untuk restoran jingisukan di Sapporo?

Selama bukan restoran yang super terkenal, biasanya bisa langsung datang tanpa reservasi. Tapi kalau malam weekend atau restoran populer di pusat Susukino, mungkin ada antrean. Kalau khawatir, cek dulu di HotPepper atau Google Maps sebelumnya.

Jingisukan cuma bisa dimakan di Hokkaido?

Di Tokyo dan Osaka juga ada restoran jingisukan, tapi Hokkaido itu asalnya. Jumlah restorannya jauh lebih banyak dan harganya juga cenderung lebih terjangkau di Hokkaido. Makan jingisukan saat trip Hokkaido memang paling pas.

Yang biasanya nggak makan daging domba, bisa nikmatin nggak?

Kalau gaya sakizuke, kemungkinan besar bisa. Bumbu kecap asinnya cukup kuat sehingga rasa khas domba banyak yang tertutup. Kalau kamu bisa makan daging bakar bumbu kecap, seharusnya nggak masalah. Tapi setiap orang beda-beda, jadi nggak bisa bilang 100% pasti cocok.

Penasaran makanan lain dari Hokkaido?

Di trip Hokkaido yang sama, saya juga tidak sengaja masuk ke restoran tonkatsu. Tonkatsu aged 70 tahun tradisi — dan ini beneran di atas ekspektasi.

Baca review restoran tonkatsu Hokkaido Tamafuji →

Postingan ini pertama kali dipublikasikan di https://hi-jsb.blog.

Tanggal Terbit 11 Maret 2026 pukul 22.24
Tanggal Diperbarui 15 Maret 2026 pukul 01.27