Sup Tulang Babi Korea: Rasa Nendang Cuma Rp 90 Ribuan
Gamjatang memang enak, tapi harga untuk berdua bisa bikin mikir dua kali
Kemarin aku sudah pernah cerita soal gamjatang (Gamjatang) kan. Beneran enak banget. Tapi jujur ya, kalau lagi traveling di Korea terus mau makan berdua, harganya lumayan bikin dompet nangis. Yang ukuran kecil aja sudah sekitar Rp 320.000, yang sedang Rp 370.000-an, dan yang besar bisa sampai Rp 430.000–540.000. Karena ini masakan hotpot, makan sendirian juga agak aneh rasanya.
Tapi hari ini aku mau kenalin makanan yang bisa menyelesaikan masalah itu semua. Anggap aja ini versi porsi personal dari gamjatang: byeodaegui haejangguk (Byeodaegui Haejangguk), sup tulang babi Korea yang super nendang. Kuah tulangnya sama, rasa gurihnya sama dalamnya, tapi kamu bisa nikmatin sendirian tanpa beban sama sekali. Buat kalian yang solo traveling dan sering makan sendirian, ini beneran cocok banget.
Byeodaegui haejangguk, kesan pertama aja sudah bikin penasaran
Nah, ini dia byeodaegui haejangguk (Byeodaegui Haejangguk — "byeodaegui" artinya "tulang babi", dan "haejangguk" artinya "sup penghilang mabuk").

Kuah merah kehitaman mendidih di dalam panci batu panas, dengan daun bawang (green onion) dan tauge (bean sprouts) di atasnya. Dari warnanya aja sudah ketahuan. Ini pasti bukan makanan biasa. Di belakang terlihat satu mangkuk byeodaegui haejangguk lagi. Yap, masing-masing orang dapat satu mangkuk sendiri. Ini yang paling beda dari gamjatang. Satu orang satu panci, makan sendirian pun tetap pede.
Di sampingnya juga kelihatan lauk pendamping (banchan). Kimchi dan kkakdugi (Kkakdugi — kimchi lobak yang dipotong kotak-kotak) selalu disajikan sebagai standar. Dan di Korea, semua lauk pendamping ini gratis. Di negara lain mah nggak kebayang kan.
Gamjatang
Gamjatang
- 👥 Masakan hotpot untuk 2 orang ke atas
- 💰 Kecil ~Rp 320rb / Sedang ~Rp 370rb / Besar Rp 430-540rb
- 🦴 Tulang punggung babi + kentang sebagai bintang utama
- 🌶️ Kuah kental dan berbobot
- 🍽️ Gaya makan berbagi bersama
- ❌ Susah untuk makan sendirian
Byeodaegui Haejangguk
Byeodaegui Haejangguk
- 🙋 Satu panci per orang, porsi personal
- 💰 Sekitar Rp 85.000–130.000
- 🦴 Tulang babi + daun lobak kering sebagai bintang utama
- 🌶️ Kuah pedas tapi bersih
- 🍽️ Disajikan di panci batu individual
- ✅ Sempurna untuk makan sendirian
Kompor gasnya tertutup? Artinya kamu bisa langsung makan

Lihat mejanya, langsung keliatan. Ada kompor gas (gas burner), tapi tutupnya tertutup. Gamjatang (Gamjatang) itu masakan yang tulang dan bahannya sudah direbus dulu, terus kamu masak sendiri di meja sambil makan. Makanya api kompor itu wajib menyala.
Tapi byeodaegui haejangguk (Byeodaegui Haejangguk) beda. Masakannya sudah selesai dimasak di dapur dan langsung keluar dalam keadaan matang sempurna. Makanya kompor gasnya cuma ditutup gitu aja. Begitu duduk, langsung bisa makan. Nggak perlu nunggu. Tinggal angkat sendok.
Di restoran Korea, kalau kompor gasnya tertutup, artinya makanannya sudah jadi dan siap santap. Tips kecil yang berguna banget selama traveling.
Geotjeori dan kkakdugi — tanpa lauk ini, rasanya nggak lengkap


Dua jenis lauk pendamping (banchan) ini, jangan sampai dilewatkan ya. Mau itu gamjatang (Gamjatang) atau byeodaegui haejangguk (Byeodaegui Haejangguk), tanpa kombinasi ini rasanya nggak akan lengkap.
Yang kiri itu geotjeori (Geotjeori), yang kanan itu kkakdugi (Kkakdugi). Keduanya memang jenis kimchi (Kimchi), tapi sebenernya rasa dan teksturnya beda total.
Geotjeori
Geotjeori — Kimchi Segar
- 🌿 Kimchi sawi segar yang baru dibuat
- 😊 Tanpa fermentasi, langsung dicampur bumbu
- 🌶️ Pedas dengan tekstur renyah
- 💧 Hampir tidak ada rasa asam
- ✨ Cocok banget dipadukan sama masakan berkuah
Kimchi Fermentasi
Kimchi Fermentasi
- ⏰ Kimchi yang difermentasi dalam waktu lama
- 😮 Cita rasa fermentasi yang dalam dan kaya
- 🌶️ Pedas sekaligus asam
- 💧 Banyak cairan dan rasanya pekat
- ✨ Harmoni sempurna dengan kuah yang berbobot
Kkakdugi
Kkakdugi — Kimchi Lobak
- 🥕 Kimchi dari lobak Korea, bukan sawi
- 😄 Dipotong kotak-kotak rapi
- 🌶️ Pedas dengan sentuhan manis
- 💎 Tekstur renyah yang jadi ciri khasnya
- ✨ Satu suapan kuah + satu gigitan kkakdugi = kombinasi sempurna
Sesruput kuah byeodaegui haejangguk yang kental dan berbobot, terus gigit geotjeori satu suap, langsung mulut terasa segar lagi. Setelah itu lanjut satu potong kkakdugi, dan tiba-tiba kuah lagi yang bikin kangen. Ini loop tak berujung. Serius deh. 😄
Nasi sudah termasuk — nggak perlu pesan terpisah

Nasi (Bap — nasi putih kukus) sudah termasuk dalam paket standarnya. Di Korea, masakan berkuah pasti sudah satu set sama nasi. Nggak perlu pesan terpisah. Celupkan satu sendok nasi ke dalam kuah byeodaegui haejangguk, dan itu sudah jadi satu porsi makan ala Korea yang lengkap.
Pesan sup tulang babi ini, 10 menit langsung tersaji — beda krusial dengan gamjatang

Ini dia penampakan asli byeodaegui haejangguk (Byeodaegui Haejangguk). Keluarnya sudah dalam keadaan mendidih sempurna. Kuah oranye pekat dengan daun bawang (green onion) dan tauge (bean sprouts) bertebaran di atasnya, dan kuahnya penuh hampir mau tumpah dari pinggiran panci. Ini beneran?
Perbedaan paling besar sama gamjatang (Gamjatang) ada di sini. Begitu pesan, dalam 10 menit sudah tersaji di meja dalam kondisi kayak gini. Nggak perlu nunggu lama. Makanya cocok banget buat pekerja kantoran yang jam istirahatnya singkat. Buat traveler yang waktunya terbatas juga pilihan sempurna.
Sebaliknya, gamjatang itu beda. Karena dimasak langsung di meja, butuh waktu agak lama. Tapi sebagai gantinya, cocok banget buat dinikmatin santai sambil ngobrol. Lebih pas buat acara kumpul-kumpul atau kencan yang memang meluangkan waktu khusus.
Kelebihan besar lainnya dari byeodaegui haejangguk adalah setiap orang dapat panci sendiri-sendiri. Jadi bisa makan sesuai pace sendiri tanpa perlu sungkan sama orang sebelah. Kekurangannya cuma satu: nggak bisa tambah bokkeum bap (Bokkeum Bap — nasi goreng) atau sari (Sari — mie tambahan) untuk penutup. Kalau gamjatang, kalau kuahnya masih sisa bisa dibikin nasi goreng yang seru banget, tapi byeodaegui haejangguk nggak punya penutup itu. Agak sayang sih, tapi itulah keterbatasan panci individual.
Rp 85.000–130.000 per porsi — harga segini beneran?

Di samping panci batu ada mangkuk nasi stainless steel (Gonggi Bap — nasi kukus dalam mangkuk logam) yang sudah di-setting. Ini standarnya. Bukan pesan terpisah. Kalau kamu pesan byeodaegui haejangguk (Byeodaegui Haejangguk), nasinya otomatis ikut keluar. Yang klasik itu celupkan nasi ke kuah terus sendokin, itu cara makan yang benar.
Tapi yang beneran bikin kaget itu harganya. Satu porsi cuma sekitar 8.000–12.000 won. Dalam rupiah itu sekitar Rp 85.000–130.000. Kalau berdua, cuma perlu Rp 170.000–260.000. Lebih murah dari satu panci kecil gamjatang (Gamjatang). Padahal masing-masing dapat panci sendiri, nasi sudah termasuk. Harga segini beneran ada?
Kalau lagi traveling di Korea dan mau makan kenyang yang menghangatkan perut tapi dompet tetap aman, byeodaegui haejangguk jawabannya.
Aroma daun bawang segar yang duluan datang — selera makan terbuka sebelum mulai makan

Kalau dilihat dari dekat, begini penampakannya. Di atas panci batu (Ttukbaegi — panci batu khas Korea) yang mendidih kuat, ada daun bawang segar (fresh green onion) yang langsung ditaruh begitu saja. Baru diiris dan langsung ditumpuk. Dalam keadaan mentah.
Nah, ini poinnya. Panas dari kuah membuat daun bawang sedikit layu, dan aroma khas daun bawang langsung menyebar ke seluruh kuah. Bahkan sebelum mulai makan, aromanya sudah duluan sampai ke hidung. Beneran bikin nafsu makan langsung naik.
Siraegi — bintang tersembunyi di balik sup tulang babi Korea ini

Yang diangkat pakai sumpit ini, namanya siraegi (Siraegi). Bahan yang sama pentingnya dengan tulang di dalam byeodaegui haejangguk (Byeodaegui Haejangguk). Kelihatannya kayak sudah lembek banget karena terendam kuah, tapi begitu kamu gigit satu suap, pasti langsung berubah pikiran.
Siraegi
Daun Lobak Kering & Fermentasi
Daun lobak (radish greens) yang dikeringkan dengan angin sepanjang musim dingin lalu difermentasi. Ini bahan tradisional Korea yang mengubah bagian yang biasa dibuang menjadi cita rasa paling dalam.
Aroma yang gurih dan dalam. Semakin lama direbus dalam kuah, semakin kuat aromanya.
Sudah menyerap seluruh kuah tulang. Rasa kuahnya terkonsentrasi di dalamnya.
💡 Teksturnya gimana? Nggak ada yang renyah. Setelah direbus lama, siraegi jadi lembut dan penuh kuah. Kuah tulang sudah meresap ke setiap serat siraegi, jadi semakin kamu kunyah, semakin keluar lagi rasa kuahnya. Ini bikin ketagihan banget.
Satu jepitan siraegi, satu sendok kuah. Kombinasi ini berulang terus dan tahu-tahu dasar mangkuknya sudah kelihatan.
Daging yang nempel di tulang itu kunci utamanya — resto bagus vs resto mengecewakan

Ini yang jadi poin utama dari byeodaegui haejangguk (Byeodaegui Haejangguk). Kamu nggak makan tulangnya (bone). Kamu makan daging (pork meat) yang nempel di tulang itu. Lihat fotonya. Dagingnya sebanyak ini lho.
Cuma disentuh dikit aja pakai sumpit, dagingnya harus langsung lepas mengikuti seratnya. Itu tandanya resto yang bagus. Sudah direbus lama sampai dagingnya terpisah secara alami dari tulang, itulah yang benar. Teksturnya harus lembut dan juicy.
Tapi jujur ya. Setiap tempat beda-beda.
Resto yang Bagus
Yang Beneran Enak
- 🦴 Baru disentuh sumpit aja, dagingnya langsung lepas dari tulang
- 🥩 Serat dagingnya masih terasa, lembut dan juicy
- 🍲 Kuah sudah meresap sampai ke dalam daging
- 😍 Dari awal sampai akhir, tinggal comot dagingnya tanpa perlu susah payah
Resto yang Mengecewakan
Nggak Worth It
- 🦴 Dagingnya nempel kenceng banget di tulang, susah dilepas
- 🥩 Daging yang berhasil dilepas malah kering dan alot
- 🍲 Kuahnya enak tapi dagingnya hambar
- 😓 Lebih banyak waktu bergulat sama tulang daripada waktu makan
💡 Tips jitu — Begitu duduk, cek dulu warna dan aroma kuahnya. Kalau kuahnya nggak keruh, jernih tapi pekat dengan warna oranye tua, kemungkinan besar dagingnya juga diolah dengan benar. Resto yang kuahnya enak biasanya dagingnya juga nggak mengecewakan.
Byeodaegui haejangguk itu setengah kuah, setengah daging. Menemukan tempat yang dagingnya lembut dan masih juicy, itulah inti sebenarnya dari mencari resto sup tulang babi yang enak.
Siraegi + daging = rasa yang baru lengkap kalau dimakan bareng

Lihat yang diangkat pakai sumpit itu? Siraegi (Siraegi) dan daging (pork meat) ikut terangkat bareng. Ini bukan kebetulan. Memang seharusnya dimakan bareng.
Daging aja rasanya kuat dan berbobot. Siraegi aja aroma kuahnya naik dalam banget. Tapi kalau dua-duanya dimakan dalam satu suapan, rasanya berubah total. Di antara kelembutan daging, rasa gurih khas siraegi menyebar dan saling menyeimbangkan. Dimakan bareng jauh lebih enak daripada terpisah.
Kombinasi ini, begitu sekali nyoba, susah dilupain.
Geotjeori dan kkakdugi — rahasia loop tak berujung yang me-reset mulutmu

Lalu satu suapan geotjeori (Geotjeori). Ini yang me-reset mulut kamu. Setelah makan kuah tulang yang kental, satu potong geotjeori yang pedas dan renyah langsung menyegarkan seluruh rongga mulut. Habis itu, kuahnya jadi terasa menggoda lagi. Loop tak berujung inilah rahasia kenapa byeodaegui haejangguk bisa dimakan sampai habis tak bersisa.

Sekarang giliran kkakdugi (Kkakdugi). Warnanya mirip-mirip geotjeori, tapi ini makanan yang beda total. Orang asing yang pertama kali lihat sering menganggapnya cuma potongan lobak merah biasa dan dilewatkan begitu saja. Kalau gitu, rugi besar.
Kkakdugi itu beda sama kimchi (Kimchi) biasa yang dibuat dari sawi. Ini pakai lobak Korea (Korean radish — daikon) yang dipotong kotak-kotak, dicampur dengan bubuk cabai (red pepper flakes), bawang putih (garlic), dan daun bawang (green onion), lalu difermentasi. Yang kelihatan transparan dan agak kekuningan di foto itu adalah daging lobaknya.
Satu gigitan langsung tahu. Tekstur renyahnya duluan datang, baru diikuti rasa pedas dengan sentuhan manis. Waktu lagi makan kuah tulang yang pekat terus gigit sepotong kkakdugi, kesegaran lobak langsung menyeimbangkan beratnya kuah. Nggak ada lauk pendamping lain yang secocok ini sama masakan berkuah.
Budaya Banchan di Korea
Budaya Banchan di Korea — yang wajib diketahui turis asing
🎉 Di Korea, refill lauk pendamping itu 100% gratis.
Iya, GRATIS. Tanpa biaya tambahan. Selalu.
😟 Kekhawatiran yang sering dirasakan turis asing
"Lauk pendampingnya sudah habis... kalau minta lagi harus bayar nggak ya? 😰"
"Kalau minta tambah, apa nggak sungkan ya? 🥺"
"Kalau refill, apa kelihatannya kayak pesan tambahan? 😅"
✅ Jawabannya begini
- 🆓 Refill banchan itu 100% gratis. Di restoran mana pun.
- 🙋 Tinggal angkat tangan dan bilang ke pelayan "igeo deo juseyo" (tolong tambah ini).
- 😊 Nggak perlu sungkan sama sekali. Ini budaya yang memang sudah biasa.
- 🌍 Budaya kuliner unik Korea yang nggak ada di mana pun di dunia.
🗣️ Cara minta refill
🇰🇷
"이거 더 주세요"
Igeo deo juseyo
🇮🇩
"Boleh minta tambah ini?"
Tunjuk piringnya, pasti ngerti
⚠️ Etika yang wajib dijaga
Gratis bukan berarti boleh refill berlebihan ya.
Minta secukupnya sesuai yang bisa kamu habiskan, itu sopan santun dasarnya.
Sisa makanan yang banyak itu nggak baik buat restoran maupun lingkungan.
Sedikit-sedikit sesuai kebutuhan — itulah cara yang benar menikmati budaya banchan Korea. 🙏
Kimchi fermentasi + saus mustard, kombinasi nggak terduga tapi bikin ketagihan

Ini kimchi fermentasi (Fermented Kimchi) yang keluar terendam dalam cairan kkakdugi. Kedalamannya beda total sama geotjeori. Kimchi yang difermentasi lama penampilannya memang beda dari awal. Warnanya cokelat tua pekat, dan teksturnya lembut tenggelam.
Dimakan biasa aja sudah enak, tapi ada satu lagi. Kalau dicelup ke saus mustard (Mustard Sauce) yang disajikan bareng, rasanya berubah total. Rasa asam dalam dari kimchi fermentasi ditambah sensasi pedas menyengat dari mustard, dan ini ternyata cocok banget. Awalnya mungkin kamu pikir ini kombinasi aneh, tapi begitu sekali celup, tangan nggak bisa berhenti. Wajib dicoba minimal sekali.
Gimana reaksi dunia terhadap byeodaegui haejangguk?
Reaksi Orang Amerika
American Reaction
Hal pertama yang diucapkan orang Amerika biasanya: "Dagingnya beneran langsung lepas dari tulang gitu aja." Di Amerika memang sudah ada budaya BBQ ribs jadi konsep makan daging dari tulang nggak asing. Tapi kuah dalam dari gamjatang/haejangguk ini pengalaman yang beda total katanya. Terutama di Reddit, kalimat "sup Korea terbaik yang pernah ada" muncul berulang-ulang. Satu kebingungan yang sama adalah soal nama. "Pesan 'Potato soup' tapi kentangnya cuma satu?" — review sambil ketawa kayak gini lumayan banyak.
"It's the GOAT of Korean soups. The meat just melts — I've been eating this for 15 years and still love it."
Reaksi Orang Jepang
Japanese Reaction
Kata yang paling sering muncul dari reaksi orang Jepang adalah "コクがある (koku ga aru)" yang artinya "punya rasa yang dalam". Di Jepang juga ada masakan kuah tulang babi, tapi kuah gamjatang/haejangguk yang pedas sekaligus gurih ini arahnya beda total, jadi mereka bilang ini kejutan yang menyegarkan. Terutama di YouTube banyak video anak-anak yang pertama kali bawa orang tua Jepang mereka ke Korea lalu mentraktir haejangguk, dan orang tuanya nggak bisa berhenti makan. Karena siraegi (Siraegi) nggak ada di Jepang, banyak juga komentar yang penasaran sama teksturnya.
"辛いのに止まらない。スープが骨の中まで染みてる感じ。" (Pedas tapi nggak bisa berhenti. Rasanya kayak kuahnya meresap sampai ke dalam tulang.)
Reaksi Orang Prancis
French Reaction
Orang Prancis ternyata reaksinya heboh banget. Di YouTube, ada video seorang wanita Prancis yang mencoba gamjatang dan bilang "ini makanan paling enak di dunia" sampai jadi viral. Prancis punya budaya bouillon — kaldu yang dibuat dari tulang yang direbus berjam-jam — jadi sepertinya mereka secara naluriah paham kedalaman kaldu tulang. Ada juga review dari orang Prancis yang nanya bisa dibungkus nggak, yang artinya segitu pengennya makan lagi.
"C'est le meilleur plat que j'ai mangé en Corée. Le bouillon est incroyable." (Ini makanan terenak yang pernah saya makan di Korea. Kuahnya luar biasa.)
Reaksi Orang Spanyol
Spanish Reaction
Ada cerita yang viral di TikTok. Seorang diaspora Korea yang tinggal di Spanyol pertama kali mengajak orang tua Spanyolnya ke restoran gamjatang, dan awalnya mereka kaget waktu tulangnya keluar, tapi setelah mencicipi, sang ayah malah merebut makanan anaknya. Spanyol juga punya budaya masakan kuah tulang seperti cocido, jadi banyak yang komentar kalau mereka cepat beradaptasi dengan rasanya. Komentar yang paling banyak adalah soal terkejutnya mereka bahwa geotjeori dan kkakdugi yang disajikan sebagai lauk itu gratis.
"¡Me robó la comida de mi hijo! No podía parar de comer." (Dia merebut makanan anaknya! Nggak bisa berhenti makan.)
TOP 3 Reaksi Sama dari Semua Negara
Kaget sama kombinasi saus mustard → ketagihan
Awalnya semua bilang "mustard sama daging?" tapi begitu celup sekali, langsung celup terus-terusan. Polanya sama di seluruh dunia.
Terharu sama budaya refill banchan gratis
"Ini semua gratis?" — reaksi ini nggak pernah absen di review negara mana pun. Terutama permintaan refill kkakdugi yang paling banyak.
Kepuasan yang meledak dibanding harganya
Begitu tahu satu porsi cuma sekitar Rp 85.000–130.000, reaksi "harga segini masuk akal?" jadi respons yang paling umum. Terutama dari traveler asal Eropa.
Postingan ini awalnya dipublikasikan di https://hi-jsb.blog.