Kategorifood
BahasaID
2 Maret 2026 pukul 12:03

Jajanan Korea Wajib Coba: Panduan Bunsik Lengkap

#jajanan kaki lima#kuliner pedas manis#makanan murah enak
Satu meja penuh tteokbokki gorengan dan kimbap di warung bunsik Korea | 하이제이에스비

Rasa pertama yang bakal kamu temui di Korea

Nggak mahal. Nggak perlu susah-susah cari juga. Tinggal jalan aja, tiba-tiba aromanya udah duluan nyampai ke hidung. Mau di gang kecil, pasar tradisional, atau depan sekolah, di Korea pasti ada di mana-mana. Cuma modal sepiring seharga Rp25.000 aja udah cukup bikin bahagia.

Itu namanya bunsik Korea.

Buat orang Korea, bunsik bukan sekadar makanan biasa. Ini tuh kenangan waktu pulang sekolah terus rame-rame ke gang kecil bareng temen, mata berbinar-binar liat setusuk tteokbokki seharga Rp5.000. Rasa itu sampai sekarang masih hidup, nggak berubah walau udah puluhan tahun berlalu. Dan rasa yang sama persis itu, sekarang juga nunggu kalian yang lagi jalan-jalan ke Korea.

Kalau selama di Korea belum pernah nyobain bunsik sama sekali, jujur aja setengahnya udah kelewatan. Penasaran rasanya kayak apa? Begitu lihat fotonya, langsung paham deh. Scroll aja terus ke bawah.

Sajian lengkap tteokbokki gorengan dan kimbap di atas wajan panas warung bunsik | 하이제이에스비

Pemandangan pertama begitu duduk di warung bunsik

Makanan putih berbentuk batang di dalam saus merah, gorengan yang renyah-renyah, gulungan yang dibungkus rumput laut — pertama kali lihat mungkin bingung ini semua apa. Santai aja. Aku juga awalnya gitu kok.

Batang putih di dalam saus merah itu namanya tteokbokki. Kue beras kenyal yang dimasak dalam saus pedas manis. Ini menu andalan nomor satu dari jajanan Korea alias bunsik. Di sebelahnya yang digoreng renyah itu namanya twigim. Berbagai bahan kayak sayuran, cabai, cumi, kue beras, semuanya dibalut adonan tepung lalu digoreng. Kalau dicelup ke saus tteokbokki, rasanya jadi beda banget lho. Terus yang digulung pakai rumput laut itu namanya kimbap. Nasi, sayuran, ham, telur, dan lainnya digulung pakai rumput laut lalu dipotong seukuran satu suapan. Kelihatannya mirip sushi Jepang, tapi ini makanan yang beda total.

Kalau tiga menu ini udah kumpul di satu meja, itu udah lengkap deh — itulah bunsik Korea.

Apa itu Tteokbokki?

Kue beras kenyal (Rice Cake) yang dimasak dengan saus berbasis gochujang. Gochujang adalah saus fermentasi tradisional Korea yang punya ciri khas pedas tapi juga ada manis yang dalam.

Tekstur kue berasnya kenyal dan lembut. Makin dikunyah, makin terasa sausnya meresap keluar. Bahkan yang nggak terbiasa makan pedas pun, begitu nyobain sekali, tangan pasti balik lagi ngambil.

🌶️ Level Pedas 2~3 / 5 🌾 Bahan Utama: Kue Beras 🐷 Non-Vegetarian 💰 Rp45.000~Rp70.000 (sekitar $3~$4)
Close-up tteokbokki mengkilap bermandikan saus merah pedas di wajan panas | 하이제이에스비

Dari dekat bentuknya kayak gini lho

Kue beras kecil-kecil yang udah menyerap saus sampe mengkilap basah. Setiap kali spatula kayunya pelan-pelan ngaduk, keliatan banget sausnya meresap masuk ke sela-sela kue beras. Ini momen paling menggoda sih. Jujur, liat fotonya aja udah bikin ngiler.

Di warung bunsik Korea, tteokbokki itu dimasak kayak gini di atas wajan besar dalam jumlah banyak. Bukan dimasak dari sebelumnya ya. Begitu ada pesanan masuk, langsung sausnya dituang dan mulai dimasak di tempat. Makanya selalu panas dan segar pas disajiin. Ukuran kue berasnya juga kelihatan beda kan? Setiap warung bunsik di Korea pakai ukuran kue beras yang agak beda-beda. Yang kecil dan gembul kayak gini lebih gampang menyerap saus, jadi pas banget masuk satu suapan.

Satu piring tteokbokki di piring pink dengan plastik alas dan tusuk gigi | 하이제이에스비
Tteokbokki penuh kue beras saja dilihat dari atas di warung bunsik | 하이제이에스비

Akhirnya tersaji di depan mata

Di piring pink yang dialasi plastik, tteokbokki-nya udah siap. Lihat tusuk gigi satu yang nancep itu? Itu vibes warung bunsik Korea banget.

Tapi bentar, sadar nggak? Isinya cuma kue beras doang. Nggak ada yang lain.

Sebetulnya di kebanyakan warung tteokbokki Korea, kalau pesan tteokbokki biasanya sudah include eomuk (fish cake, semacam bakso ikan lembaran). Eomuk yang kenyal menyerap saus dan berpadu sama kue beras — itu yang kebanyakan orang anggap sebagai komposisi standar tteokbokki. Tapi warung ini beda. Mereka cuma kasih kue beras aja. Itu memang style-nya mereka.

Ini bukan hal jelek kok. Justru kita bisa fokus ngerasain kue berasnya sendiri. Satu piring penuh kue beras gembul yang udah menyerap saus — ini punya daya tarik tersendiri. Awalnya sih berasa ada yang kurang karena nggak ada eomuk, tapi begitu mulai makan, malah jadi ketagihan sama style warung ini. Penting buat tahu sebelum liburan ke Korea: setiap warung tteokbokki bisa punya komposisi yang beda, jadi kalau udah tahu duluan nggak bakal kaget.

Keranjang gorengan bunsik berisi gimmari twigim sayur dan cheese stick | 하이제이에스비

Ini yang aku pesan bareng tteokbokki-nya

Dari kiri ke kanan: gimmari (gulungan rumput laut goreng), twigim (gorengan), dan cheese stick. Semuanya disajiin dalam satu keranjang, dan kombinasi ini ternyata sempurna banget.

Cheese stick sebetulnya bukan menu yang umum di warung bunsik. Biasanya lebih sering dijual di restoran ayam goreng atau fast food. Kalau warung bunsik jual cheese stick, itu biasanya menu spesial khas warung tersebut. Yang aku coba di sini luarnya renyah dan dalamnya keju melerrr panjang banget — ini beneran? Sebaliknya, gimmari dan berbagai gorengan twigim itu menu standar yang ada di setiap warung bunsik Korea mana pun. Kalau pesan tteokbokki, hampir pasti otomatis pesan menu-menu ini juga kayak satu set.

Apa itu Gimmari?

Japchae (glass noodles/soun) digulung pakai rumput laut (gim), dibalut adonan tepung, lalu digoreng. Luarnya renyah dan dalamnya penuh soun yang kenyal. Ini salah satu menu paling laris di warung bunsik setelah tteokbokki.

Kalau dicelup ke saus tteokbokki, baru deh terasa rasa sesungguhnya. Dimakan tanpa saus pun udah enak, tapi begitu ketemu saus merah, levelnya langsung beda total.

🌿 Bahan Utama: Rumput Laut + Soun 🌶️ Tidak Pedas 💰 Rp5.000~Rp12.000 / buah

Jenis-jenis Gorengan di Warung Bunsik Korea

Yachae Twigim (Gorengan Sayur)

Wortel, bawang bombay, cabai, dan sayuran lainnya dibalut adonan tepung lalu digoreng. Ini yang paling basic dari semua gorengan bunsik. Di balik tepung renyahnya, kadar air sayurannya masih terjaga jadi enak banget pas digigit.

Ojingeo Twigim (Gorengan Cumi)

Cumi dibalut adonan tepung lalu digoreng. Tekstur cumi yang kenyal bertemu kulit tepung yang renyah, makin dikunyah makin keluar rasanya. Favorit banget buat penggemar seafood.

Gochu Twigim (Gorengan Cabai)

Cabai hijau diisi soun atau beras ketan, lalu digoreng. Luarnya renyah, dalamnya kenyal. Pas banget buat kamu yang suka pedas.

Tteok Twigim (Gorengan Kue Beras)

Kue beras yang sama kayak di tteokbokki, dibalut adonan tepung lalu digoreng. Luarnya renyah, dalamnya tetap kenyal khas kue beras. Dicelup saus tteokbokki, rasanya dua kali lipat lebih enak.

Gimmari Twigim (Gulungan Rumput Laut Goreng)

Soun digulung pakai rumput laut lalu digoreng. Di antara semua jenis gorengan, ini juara 1 paling populer. Kalau cuma boleh pilih satu gorengan di warung bunsik, ini yang aku rekomendasiin.

Close-up tiga jenis gorengan gimmari twigim sayur dan cheese stick dalam keranjang | 하이제이에스비

Dilihat lebih dekat lagi

Yang kiri warnanya agak kehitaman itu gimmari. Karena dibungkus rumput laut lalu digoreng, makanya warnanya gelap kayak gitu. Pertama kali lihat mungkin agak asing, tapi begitu digigit langsung paham. Kulit goreng renyahnya dan soun kenyal di dalamnya — tekstur itu bikin nagih banget.

Yang di tengah yang bentuknya nggak beraturan itu yachae twigim (gorengan sayur). Bentuk nggak beraturan ini justru poinnya. Karena adonan tepungnya menggoreng secara nggak rata, di sela-selanya ada udara yang bikin teksturnya makin renyah. Yang kanan yang tebel dan kuning keemasan itu cheese stick. Luarnya dibalut tepung roti jadi warnanya lebih pekat dan keliatan tebal. Pas digigit, kejunya meler panjang dari dalam — nah momen itu yang jadi highlight-nya. Tiga jenis gorengan ini disajiin dalam satu keranjang aja udah visual feast banget.

Close-up dua cheese stick berlapis tepung roti keemasan berdampingan | 하이제이에스비

Cheese Stick — kalau nemu ini di warung bunsik, kamu beruntung

Lapisan tepung roti keemasannya keliatan jelas banget. Dua buah berdampingan, dari penampilannya aja udah menggoda. Luar renyah, dalam kejunya meler panjang. Kalau nemu warung bunsik yang jual ini, beneran beruntung deh.

Set gorengan campur gimmari twigim sayur cheese stick dalam keranjang bunsik | 하이제이에스비

Set gorengan campur — semua dalam satu keranjang

Tiga jenis dalam satu keranjang. Kiri gimmari, tengah yachae twigim (gorengan sayur), kanan cheese stick. Dilihat sekaligus kayak gini, langsung kerasa kan daya tarik gorengan warung bunsik Korea itu apa? Masing-masing beda warna, beda bentuk, beda tekstur. Itu yang jadi poinnya.

Close-up potongan gimmari tampak isi soun penuh di dalam rumput laut | 하이제이에스비

Close-up Gimmari — isinya keliatan semua

Dari dekat keliatan kan isinya? Di dalam rumput laut (gim) ada soun (glass noodles) yang banyak banget. Kulit gorengan luarnya tipis dan renyah, tapi begitu digigit, di dalamnya soun kenyal langsung terasa saat dikunyah. Perbedaan tekstur inilah segalanya tentang gimmari. Dicelup ke saus tteokbokki, nggak perlu dijelasin lagi deh rasanya kayak apa.

Kimbap tuna penuh di piring putih dengan taburan wijen tampak potongannya | 하이제이에스비

Selanjutnya, kimbap tuna yang dipesan di warung bunsik

Kimbap tuna yang memenuhi piring putih. Dari potongannya langsung keliatan isinya: nasi putih, ham merah muda, danmuji kuning (acar lobak), wortel oranye, bayam hijau, dan tuna. Kombinasi warna inilah yang jadi daya tarik kimbap. Di atasnya ditaburi wijen, dan di kanan juga keliatan ada yang digulung kecil-kecil kayak mini kimbap.

Kalau pesan di warung bunsik, satu gulung utuh dipotong-potong lalu ditata di piring kayak gini. Ukurannya pas satu suapan jadi gampang dimakan, dan dibawa jalan-jalan pun nggak tumpah. Kelihatannya mirip sushi Jepang, tapi beda total. Bukan nasi cuka, tapi nasi yang dicampur minyak wijen, dan isiannya juga jauh lebih beragam.

🐟 Chamchi Kimbap (Kimbap Tuna)

Tuna kaleng dicampur mayones lalu digulung jadi kimbap. Rasanya gurih dan lembut, jadi salah satu varian paling sering dipesan di warung bunsik.

🥩 Sogogi Kimbap (Kimbap Daging Sapi)

Diisi daging sapi yang ditumis dengan bumbu kecap. Rasa asin-manis dagingnya pas banget sama nasinya. Rasanya kayak upgrade dari kimbap biasa.

🥗 Yachae Kimbap (Kimbap Sayur)

Tanpa daging, isinya cuma sayuran kayak timun, wortel, bayam, acar lobak, dan akar burdock. Pilihan paling cocok buat vegetarian.

🌶️ Kimchi Kimbap

Diisi kimchi yang sudah ditumis. Rasa asam-pedas kimchi-nya kayak meledak di dalam mulut. Emang bisa pro-kontra sih, tapi yang suka bakal beneran suka banget.

🦐 Saeu Kimbap (Kimbap Udang)

Diisi udang utuh atau daging udang. Tekstur udang yang kenyal berpadu kontras sama nasi yang lembut — itu poinnya.

🍳 Gyeran Kimbap (Kimbap Telur)

Diisi telur dadar gulung tipis (rolled omelette). Rasanya nggak kuat jadi cocok banget direkomendasiin buat turis yang baru pertama kali coba kimbap.

🍙 Kkoma Kimbap (Mini Kimbap)

Digulung jauh lebih kecil dari kimbap biasa. Ukurannya pas satu gigitan, cocok banget dimakan kayak camilan. Kalau dicelup ke kuah tteokbokki, rasanya jadi beda total.

🌟 Chungmu Kimbap

Berasal dari Tongyeong di Provinsi Gyeongsang Selatan (kota pelabuhan di ujung selatan Korea). Tanpa isian, cuma nasi digulung kecil, lalu dimakan bareng kkakdugi dan tumisan cumi pedas. Kimbap spesial yang bikin kamu ngerasain budaya kuliner daerah Korea.

Close-up potongan kimbap tuna tampak lapisan tuna wortel lobak ham bayam | 하이제이에스비

Foto ini yang paling jujur

Potongannya langsung keliatan jelas. Sebanyak apa tuna-nya, secerah apa warna acar lobaknya. Di atas nasi putih ada wijen yang nempel, lalu wortel merah, ham pink, acar lobak kuning, dan di antaranya penuh tuna. Kalau pertama kali makan kimbap di Korea, ini sih yang paling klasik.

Potongan kimbap tuna dengan akar burdock menjulang seperti tongkat di atasnya | 하이제이에스비

Burdock Root (Ueong) — awalnya "ini apaan?" tapi sekali coba langsung beda

Lihat di tengah kimbap ada yang menjulang kayak tongkat kecil? Itu namanya ueong (burdock root/akar burdock). Ueong jorim itu akar burdock yang direbus manis-asin pakai kecap, dan makin dikunyah makin gurih rasanya. Di Korea, burdock root masuk ke dalam kimbap itu hal yang sangat wajar. Buat yang baru pertama kali lihat mungkin asing, tapi sekali coba, kalau nggak ada malah berasa kurang.

Beberapa potong kimbap tuna berdiri berjajar tampak lapisan isian berlapis | 하이제이에스비

Kimbap yang sama tapi setiap potongannya beda

Ini potongan-potongan yang didiriin berdampingan. Dilihat kayak gini, langsung keliatan betapa banyaknya isian di dalam satu gulung kimbap. Nasi putih melingkari bagian luar, dan di tengahnya ada tuna, wortel, acar lobak, timun, ham berlapis-lapis. Kimbap tuna yang sama, tapi tergantung posisi potongannya, setiap irisan punya penampakan yang beda. Itu juga salah satu serunya kimbap.

Sajian lengkap warung bunsik dengan tteokbokki kimbap tuna dan keranjang gorengan | 하이제이에스비

Inilah set standar warung bunsik

Akhirnya keliatan gambaran lengkapnya. Di piring putih ada kimbap tuna, di keranjang oranye ada gorengan-gorengan, di mangkuk pink sebelah kiri ada tteokbokki. Orang Korea kalau ke warung bunsik ya otomatis pesannya kayak gini. Satu gulung kimbap, satu porsi tteokbokki, beberapa potong gorengan. Nggak ada aturan baku sih. Tapi semua orang ujung-ujungnya pesan mirip-mirip.

Kkakdugi acar lobak merah dalam mangkuk keramik sebagai lauk warung bunsik | 하이제이에스비

Kkakdugi — lauk yang me-reset lidah kamu

Kkakdugi merah dalam mangkuk keramik kecil. Kkakdugi itu lobak Korea (Korean Radish) yang dipotong kotak-kotak lalu dicampur bubuk cabai, bawang putih, dan saus ikan fermentasi — salah satu jenis kimchi. Beda sama kimchi sawi putih, yang ini punya tekstur renyah khas lobak yang masih terasa. Pas digigit bahkan terdengar bunyi "kres". Di warung bunsik sering dikasih sebagai lauk pendamping, dan kalau lagi makan tteokbokki terus mulai berasa eneg, satu potong kkakdugi langsung bikin mulut fresh lagi.

Menu lain yang juga ada di warung bunsik

Selain tteokbokki, kimbap, twigim, dan gimmari yang udah dibahas tadi, kalau kamu perhatiin lebih teliti menu warung bunsik, ternyata masih banyak menu tersembunyi lainnya. Kalau udah tahu sebelumnya, bisa lebih puas menikmatinya.

🍜 Menu Mie

Jjolmyeon

Mie tebal dan kenyal yang dicampur bumbu gochujang pedas-manis. Standarnya ditambah irisan timun dan telur rebus di atasnya.

Rabokki

Menu gabungan ramyeon (mie instan) dan tteokbokki. Mie-nya menyerap saus tteokbokki dan kuahnya jadi makin kental — itu yang jadi poinnya.

Bibim Guksu

Mie tipis yang dicampur bumbu gochujang asam-manis. Menu yang populer terutama di musim panas.

🍲 Menu Kuah

Eomuk Tang (Sup Fish Cake)

Fish cake ditusuk di tusukan sate lalu direndam dalam kuah panas. Di hari dingin, seteguk kuahnya itu beneran obat mujarab.

Sundaeguk (Sup Sundae)

Sup yang dimasak dengan sundae (semacam sosis tradisional Korea berisi soun dan darah sapi) dan jeroan. Kuahnya yang kental ditambah nasi, langsung jadi satu makan yang mengenyangkan.

🥢 Menu Lainnya

Sundae (Sosis Tradisional Korea)

Usus babi diisi soun dan darah sapi lalu dikukus. Dicelup garam atau saus tteokbokki, rasanya worth it buat dicoba.

Gyeran Mari (Telur Dadar Gulung)

Telur dicampur sayuran lalu digulung dan digoreng. Lembut dan gurih, cocok banget dimakan bareng kimbap.

Odeng Kkochi (Tusuk Fish Cake)

Fish cake ditusuk lalu diolesi saus dan dipanggang. Camilan yang pas banget dipegang dan dimakan sambil jalan di pinggir jalan.

Tteok Kkochi (Tusuk Kue Beras)

Kue beras ditusuk lalu diolesi saus manis dan dipanggang. Luarnya renyah, dalamnya kenyal.

Penutup — aromanya udah manggil-manggil kamu

Gimana nih soal jajanan bunsik Korea? Nggak mahal. Nggak mewah juga. Tapi sekali coba, pasti terus kepikiran. Itulah kekuatan bunsik.

Sepiring tteokbokki, beberapa potong gorengan, satu gulung kimbap. Cuma dengan satu kombinasi ini, orang Korea udah bahagia selama puluhan tahun. Kalau selama liburan ke Korea, di suatu gang tercium aroma saus merah yang menyapa hidung kamu, jangan cuma lewat gitu aja. Aroma itu udah manggil-manggil kamu dari tadi.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Q1. Di mana bisa makan bunsik?

Di mana aja di Korea, gampang banget ditemuin. Di gang keramaian, depan sekolah, di dalam pasar tradisional, deket stasiun subway — warung bunsik itu beneran ada di mana-mana. Terutama pasar tradisional adalah tempat paling murah dan paling hangat suasananya buat nikmatin bunsik. Di Seoul, Gwangjang Market, Namdaemun Market, dan Gang Tteokbokki Sindang-dong itu terkenal. Di kawasan ramai kayak Hongdae, Sinchon, Myeongdong, tinggal jalan aja pasti ketemu warung bunsik. Cari di Google Maps pakai kata '분식' atau 'Bunsik', langsung muncul warung bunsik terdekat.

Q2. Harganya berapa?

Bunsik itu representasi makanan rakyat Korea. Meskipun harga di Korea udah banyak naik, tetep aja bisa makan kenyang tanpa bikin kantong jebol.

🌶️ Tteokbokki Rp45.000 ~ Rp70.000
🍙 Kimbap 1 gulung Rp35.000 ~ Rp55.000
🍤 Twigim 1 buah Rp5.000 ~ Rp12.000
🌿 Gimmari 1 buah Rp5.000 ~ Rp12.000

※ Di pasar tradisional biasanya lebih murah lagi. Pesan ketiga menu itu sekaligus pun biasanya cuma sekitar Rp110.000-an.

Q3. Bunsik itu pedas? Kalau nggak kuat pedas gimana?

Menu andalan bunsik, tteokbokki, memang makanan pedas. Tapi bukan berarti semua bunsik itu pedas.

🌶️ Tteokbokki — Level pedas 3~4 / 5. Ada rasa manis juga, jadi ternyata lebih bisa dimakan dari yang dibayangkan.
Kimbap — Sama sekali nggak pedas. Rasanya tawar-gurih, bisa dimakan dengan nyaman.
Twigim / Gimmari — Nggak pedas. Selama nggak dicelup saus tteokbokki, ini cuma gorengan biasa yang tawar.

💡 Pas pesan, coba bilang "Deol maepge haejuseyo" (tolong kurangi pedasnya). Tergantung warungnya, ada yang bisa disesuaikan.

Q4. Bisa dibungkus? Bisa dimakan sambil jalan?

Bisa, kebanyakan warung bunsik melayani bungkus. Bilang aja dalam bahasa Korea "Pojang haejuseyo" (tolong dibungkus). Kimbap itu paling cocok dibungkus dan dimakan sambil jalan. Tteokbokki ada kuahnya jadi hati-hati waktu bawa. Gorengan kalau kelamaan jadi lembek, jadi paling enak dimakan langsung. Di pasar tradisional atau gang jajanan, makan sambil jalan itu justru hal yang wajar dan udah jadi budaya.

💡 Waktu minta bungkus, bilang juga minta sendok atau tusuk gigi, pasti dikasih kok.

Postingan ini awalnya dipublikasikan di https://hi-jsb.blog.

Tanggal Terbit 2 Maret 2026 pukul 12.03
Tanggal Diperbarui 6 Maret 2026 pukul 06.27