
Pasta Murah di Korea: Review Mitaly dan Pizzanya
Daftar Isi
14 item
Lagi liburan di Shinan, tiba-tiba ngidam pasta
Aku berangkat dari Daejeon untuk liburan akhir pekan ke daerah Shinan, Jeolla Selatan. Setelah seharian keliling Shinan, kami lanjut ke Mokpo pada 4 Mei 2026, sehari sebelum Hari Anak di Korea. Di mobil, aku dan istri cukup lama mikir mau makan siang apa. Dari pagi sudah makan seafood, jadi tiba-tiba rasanya pengin pasta. Di Korea, kalau makan makanan Barat seperti pasta atau pizza di luar, biasanya perlu siap sekitar 15.000 sampai 20.000 won per orang, kira-kira Rp175.000 sampai Rp235.000. Tapi di Mitaly, satu porsi pasta ada yang harganya bahkan di bawah 7.000 won, sekitar Rp80.000. Mitaly ini franchise pasta di Korea yang punya cabang di banyak kota, menunya mulai dari spaghetti, risotto, sampai pizza. Dengan harga segitu, bisa makan pasta dan pizza yang dibuat langsung di restoran rasanya agak tidak masuk akal. Aku cari apakah ada cabang dekat Mokpo, ternyata muncul cabang Yeongam Samho, jadi langsung aku masukkan alamatnya ke navigasi mobil.
Sampai di Mitaly Yeongam Samho, kesan pertama agak bikin ragu

Begitu sampai, jujur aku sempat agak khawatir. Papan namanya memang Mitaly, tapi bagian depan restoran sepi banget. Di samping pintu cuma ada satu papan menu yang berdiri sendiri, sampai aku bingung ini benar-benar buka atau tidak. Istri juga bilang, “Ini beneran buka?” sambil malas turun dari mobil. Jadi aku turun duluan dan jalan sampai depan pintu buat memastikan.
Info Mitaly Yeongam Samho
Alamat : 98 Sinhang-ro, Samho-eup, Yeongam-gun, Jeollanam-do, unit 103
Jam buka : 10.00 ~ 22.00, tanpa jam istirahat
Pesanan terakhir : 21.00
Tutup rutin : setiap Kamis
Telepon : +82 61-461-1235
Parkir : tidak ada area parkir khusus. Sekitar 3 menit jalan kaki dari restoran, ada bagian tepi jalan dengan garis putih solid, jadi mobil bisa berhenti atau parkir secara legal di sana. Tapi hati-hati, jangan parkir dekat hidran pemadam kebakaran karena bisa kena tilang.
Bagian dalam restoran ternyata beda jauh dari luarnya


Tapi begitu pintunya dibuka, suasananya beda total dari tampilan luar. Bangunannya memanjang ke dalam, jadi lebih luas dari yang terlihat. Dindingnya biru muda, mejanya motif marmer, kursinya berkaki emas, semuanya tertata rapi sampai rasanya seperti masuk kafe. Lampu dindingnya juga bernuansa hangat, dan secara keseluruhan tempatnya terang serta bersih. Untuk restoran pasta yang beberapa menunya bahkan di bawah Rp80.000, suasananya bagus banget. Aku tahu restoran di Korea memang sering serius soal interior, tapi tetap tidak menyangka tempat dengan harga seperti ini bisa serapi itu. Di satu sisi ada keluarga yang makan bersama anak kecil, dan dekat pintu masuk ada kios pemesanan mandiri, semacam mesin layar sentuh untuk memilih menu sendiri. Begitu masuk, istri langsung bilang, “Tadi lihat dari luar sempat khawatir, ternyata tidak perlu ya.” Jujur aku juga mikir begitu.
Budaya pesan makanan lewat kios di restoran Korea

Kami pesan langsung lewat kios yang ada di meja. Setiap meja punya satu mesin, jadi setelah duduk tinggal sentuh layar, pilih menu, masukkan kartu, lalu pesanan dan pembayaran selesai sekaligus. Istri geser-geser layar sambil pilih menu, dan karena pilihannya banyak, lumayan lama juga. Tapi justru di situ serunya, seperti sedang lihat-lihat menu sambil menemukan pilihan baru.
Catatan pembayaran di restoran Korea
Di Korea, uang tunai bukan sesuatu yang dilarang. Kalau kamu bayar tunai, pada dasarnya tetap diterima. Hanya saja, meski bukan karena aturan negara, pembayaran dengan kartu dan ponsel sudah sangat dominan, jadi dalam kehidupan sehari-hari aku hampir tidak melihat orang memakai uang tunai.
Kios ini juga hanya menerima kartu dan pembayaran mobile, tidak ada slot untuk memasukkan uang tunai. Kalau ingin bayar tunai, kamu bisa lewati kios dan pesan langsung ke staf di kasir.
Salah pencet, pasta vongole jadi kepesan dua kali

Saat pesan lewat kios, aku tidak sengaja menekan pasta vongole dua kali. Baru sadar setelah pembayaran selesai, tapi stafnya datang duluan dan bertanya, “Benar pesan vongole dua?” Mereka langsung mengganti salah satunya jadi pasta jjamppong seafood, dan aku cuma perlu membayar selisih 1.000 won, sekitar Rp12.000. Kalau ada kesalahan seperti ini lalu stafnya langsung membantu tanpa ekspresi malas, rasanya cukup bikin terharu.
Mitaly Yeongam Samho
2026.05.04 (Minggu) 14.36
| Menu | Jumlah | Harga |
|---|---|---|
| Pasta vongole | 1 | Rp115.000 |
| Pasta signature gambas | 1 | Rp138.000 |
| Pasta jjamppong seafood | 1 | Rp126.000 |
| Pizza pepperoni Mitaly | 1 | Rp138.000 |
Metode pembayaran : kartu kredit
1 pasta vongole → diganti menjadi pasta jjamppong seafood
Bayar selisih tambahan Rp12.000
Tiga porsi pasta dan satu pizza mulai keluar

Sekitar 10 menit setelah pesan, pasta jjamppong seafood dan pasta vongole keluar lebih dulu. Di kiri ada pasta jjamppong seafood dengan kuah merah, penuh kerang hijau dan udang. Di kanan ada vongole dengan kerang di atas mie, tampilannya lebih bersih dan simpel. Piringnya ternyata cukup besar, jadi keduanya kelihatan punya porsi yang lumayan banyak.
Di Korea, satu pizza dan tiga pasta masih di bawah Rp585.000

Lalu saat pasta gambas dan pizza pepperoni ikut keluar, meja langsung penuh. Di atas pasta gambas ada roti baguette, dan pizza pepperoninya juga cukup besar untuk dimakan berdua. Yang masih agak susah dipercaya, semuanya ini totalnya cuma Rp517.000. Artinya, di Korea kamu bisa pesan satu pizza utuh dan tiga porsi pasta dengan harga di bawah Rp585.000. Istri melihat meja lalu bilang, “Kalau bukan di Korea, di mana lagi bisa makan sebanyak ini dengan harga segini?” Aku benar-benar tidak bisa membantah.
Pasta vongole Rp115.000, kerangnya sebanyak ini?




Pasta vongole ini harganya sekitar Rp115.000. Vongole itu pasta minyak dengan kerang, dan aku tidak menyangka di harga segini kerangnya bisa sebanyak ini. Di dalam cangkang yang terbuka, daging kerangnya terlihat montok, sementara spaghetti-nya mengilap karena terbalut minyak zaitun. Di tengah ada satu cabai kering dan satu cabai kkwarigochu, cabai hijau kecil Korea. Cabai keringnya bukan hiasan doang, tapi benar-benar pedas. Istri tidak tahu dan menggigitnya begitu saja, lalu langsung minum air, sementara aku ketawa sendiri. Tekstur pastanya memang agak terlalu lembek, tapi kalau melihat jumlah kerang dengan harga seperti ini, menurutku masih bisa dimaklumi. Basisnya minyak, jadi tidak terasa enek, dan saat bercampur dengan kaldu kerang, rasanya bersih di akhir.
Pasta signature gambas, menu yang dipuji habis oleh istri




Pasta signature gambas ini harganya sekitar Rp138.000. Gambas itu udang yang dimasak dengan minyak bawang putih, lalu di sini ditaruh langsung di atas pasta. Udangnya kira-kira ada empat sampai lima ekor, dan keripik bawang putih yang digoreng renyah terlihat terselip di antara mie. Di satu sisi piring ada dua potong roti baguette. Kalau dipakai untuk menyerap sisa minyak di dasar piring, rasanya malah jadi bagian paling nikmat. Istri heboh bilang ini menu paling enak yang dia makan hari itu. Katanya udangnya tidak alot, teksturnya kenyal, dan minyak bawang putihnya benar-benar meresap ke mie, jadi setiap angkat satu suapan, aroma bawangnya langsung naik. Aku sempat mencuri satu suapan, dan jujur memang harus diakui enak.
Pasta jjamppong seafood, pedas Korea ketemu gaya Italia



Waktu pertama kali keluar, aku kira ini pasta saus tomat. Tapi begitu dicoba satu suapan, rasanya beda total. Pasta jjamppong seafood ini harganya sekitar Rp126.000. Jjamppong adalah mie kuah pedas seafood ala Korea, dan di menu ini rasa pedas gurihnya seperti melebur ke dalam saus merah yang sekilas mirip tomat, tapi jelas bukan pasta tomat biasa. Ada sekitar lima atau enam kerang hijau lengkap dengan cangkangnya, plus setengah kepiting utuh di atasnya. Dari empat menu yang ada di meja, tampilannya paling kuat ya menu ini. Kuahnya juga cukup banyak, jadi setelah mie habis pun aku masih menyendok kuahnya. Aku suka rasa pedasnya, tapi istri lebih cocok dengan pasta gambas, jadi setelah makan dua tiga suap dia dorong piringnya ke arahku. Alhasil, aku yang makan sampai perut hampir meledak.
Pizza pepperoni Mitaly, satu loyang paling memuaskan hari itu


Pizza pepperoni ini harganya sekitar Rp138.000. Sebenarnya aku jauh lebih suka pizza simpel seperti ini daripada gaya pizza Korea yang rotinya tebal dan topping-nya terlalu macam-macam. Adonan tipis dengan keju dan pepperoni saja, atau margherita sederhana, memang lebih cocok di lidahku.
Jadi begitu pizza ini keluar, aku langsung merasa ini tipeku. Setelah dicoba, ternyata lebih enak dari ekspektasi. Adonannya tipis dan renyah, tapi kejunya lebih tebal dari yang kubayangkan. Saat satu potong diangkat, kejunya molor panjang. Potongan pepperoninya juga cukup besar. Di beberapa franchise dengan kisaran harga mirip, pastanya lumayan tapi pizzanya sering terasa kurang. Di sini justru aku merasa pizzanya mungkin lebih jago daripada pastanya. Jujur, dari empat menu yang kami pesan hari itu, pizza ini yang paling memuaskan buatku. Saat aku bilang ke istri mau makan satu potong lagi, dia langsung menatap sambil bilang, “Tadi pasta jjamppong juga kamu habiskan sendiri, kan?” Ya sudah, aku paham kode itu.
Kesimpulan Mitaly, franchise pasta murah yang cukup serius
Jujur saja, kalau dibandingkan dengan restoran Italia kelas atas atau tempat terkenal di negara asalnya, tentu ada bagian yang masih kurang. Tekstur mie yang sedikit lembek, atau momen ketika sausnya terasa bisa lebih dalam, itu memang ada. Tapi menurutku ini bukan hal yang pantas dituntut terlalu keras dari pasta yang harganya bahkan ada yang di bawah Rp117.000. Tidak adanya parkir khusus juga sedikit disayangkan, tapi karena masih bisa parkir di tepi jalan sekitar restoran, rasanya tidak terlalu merepotkan.
Di Korea ada pepatah "ssan ge bijitteok", kurang lebih artinya barang murah biasanya kualitasnya juga seadanya. Tapi untuk Mitaly, pepatah itu terasa tidak berlaku. Kalau bicara pasta murah di Korea di bawah Rp117.000, memang ada tempat yang kualitasnya benar-benar terasa sesuai harga. Tapi di sini, aku justru merasa mendapat lebih banyak daripada uang yang kubayar. Tiga porsi pasta dan satu pizza, dimakan berdua sampai kenyang banget, totalnya Rp517.000. Kalau melihat harga makan di luar di Korea sekarang, menurutku ini sudah lebih dari cukup.
Akhir perjalanan Shinan bukan laut, tapi pizza
Setelah keluar dari restoran dan naik mobil menuju pusat kota Mokpo, istri bilang, “Nanti di Daejeon kita ke Mitaly juga ya.” Karena Mitaly adalah franchise Korea yang punya cabang di berbagai daerah, kelebihannya memang terasa saat sedang bepergian. Kalau tiba-tiba pengin pasta, tinggal cari cabang terdekat dan masuk. Pagi harinya aku tidak pernah menyangka akhir perjalanan Shinan, tepat sehari sebelum Hari Anak, akan ditutup dengan pasta. Tapi kalau diingat lagi, hal yang paling menempel dari hari itu bukan lautnya, melainkan pizza ini.
Hal-hal yang mungkin kamu penasaran
Harga Mitaly benar-benar ada yang di bawah Rp80.000?
Iya, menu dasar seperti pasta tomat atau aglio olio harganya 6.800 won, sekitar Rp80.000. Pasta vongole yang kami pesan sekitar Rp115.000, dan pasta signature gambas yang paling mahal di pesanan kami sekitar Rp138.000. Setelah pesan tiga porsi pasta dan satu pizza, totalnya tetap sekitar Rp517.000.
Kalau hanya bawa uang tunai, tetap bisa pesan?
Kiosnya hanya menerima kartu dan pembayaran mobile. Kalau ingin membayar tunai, kamu bisa melewati kios dan pesan langsung ke staf di kasir. Di Korea, pembayaran kartu sangat dominan, jadi tanpa uang tunai pun biasanya kamu tetap bisa makan di hampir semua restoran tanpa masalah.
Parkir di Mitaly Yeongam Samho bagaimana?
Tidak ada parkir khusus. Sekitar 3 menit jalan kaki dari restoran ada area tepi jalan dengan garis putih solid, dan kamu bisa parkir di sana. Itu area yang diperbolehkan, jadi tidak terlalu perlu khawatir soal tilang, tapi jangan pernah parkir di dekat hidran pemadam kebakaran.
Apakah Mitaly ada di banyak tempat di Korea?
Iya, Mitaly punya cabang franchise di berbagai daerah Korea. Kami makan di cabang Yeongam Samho dekat Mokpo, tapi di Daejeon juga ada cabangnya, sampai istri bilang ingin pergi lagi setelah pulang. Kalau sedang jalan-jalan di Korea lalu tiba-tiba ingin makan pasta, tinggal cari cabang terdekat.