KategoriMakanan
BahasaBahasa Indonesia
Tanggal Terbit14 Maret 2026 pukul 18.47

Panduan Lengkap Samgyeopsal All You Can Eat di Korea

#Korean BBQ all you can eat#cara bakar daging Korea#kuliner Korea wajib coba
Sekitar 8 menit membaca
🤲

Kami menghormati iman dan budaya kuliner Anda

Artikel ini mungkin membahas makanan yang tidak sesuai dengan standar diet keagamaan Anda. Meskipun Anda tidak mengonsumsinya, kami berharap perjalanan mengenal beragam budaya kuliner dunia ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selamat membaca dengan hati yang tenang.

🚨

Akhirnya saatnya ngomongin ini. Samgyeopsal.

Kalau ditanya makanan apa yang paling disukai turis asing saat traveling ke Korea, nama yang hampir selalu muncul adalah samgyeopsal. Pengalaman memanggang sendiri daging babi tebal di atas panggangan tepat di depan mata, itu susah banget ditemuin di luar Korea.

Tapi cara makan samgyeopsal itu nggak cuma satu lho. Kalau budget-nya longgar, kamu bisa ke restoran samgyeopsal spesialis. Di sana kamu bisa pilih daging berkualitas tinggi, mau ketebalan berapa, bagian mana, sesuai selera. Sebaliknya, kalau mau makan sampai kenyang banget dalam budget tertentu, ada restoran samgyeopsal all you can eat. Cukup bayar satu harga, kamu bisa terus pesan daging sepuasnya dan panggang sendiri.

Hari ini aku mau kasih lihat review langsung dari restoran samgyeopsal all you can eat yang baru aku kunjungi.

Samgyeopsal all you can eat, berapa sih harganya?

💰 Kisaran Harga Samgyeopsal All You Can Eat

Harga saat ini sekitar Rp170.000 ~ Rp230.000 (sekitar $11 ~ $15) per orang. Dengan harga segitu, kamu sudah dapat samgyeopsal, moksal (daging leher babi), sampai sup doenjang, dan dagingnya bisa kamu makan sepuasnya.

Sebagai perbandingan, di restoran samgyeopsal biasa, pesan 2 porsi saja biasanya sudah kena sekitar Rp280.000 ~ Rp350.000. Di restoran all you can eat, cukup refill sekali aja sudah balik modal.

Restoran all you can eat juga ada 2 tipe. Yang pertama, kamu bilang "tambah lagi ya" ke pelayannya, dan mereka yang bawain dagingnya. Yang kedua, sistem prasmanan alias kamu ambil sendiri dagingnya. Sekarang kebanyakan sudah pakai sistem prasmanan. Kamu tinggal datang ke counter, pilih bagian daging yang kamu mau, ambil sepuasnya ke piring.

Samgyeopsal all you can eat, kualitas dagingnya gimana?

Samgyeopsal segar tebal yang disajikan di restoran all you can eat, ditata di atas talenan kayu

Ini nih daging samgyeopsal yang disajikan di restoran all you can eat. Bukan daging yang diiris tipis ya, tapi dipotong setebal ini. Kalau kamu kira restoran all you can eat kasih daging tipis-tipis, salah besar. Dengan ketebalan segini, waktu dipanggang, jus dagingnya bener-bener terjaga di dalam.

Dagingnya terus ada, kecepatan kamu ambil daging bahkan lebih cepat dari kecepatan makannya, jadi nggak perlu sungkan sama sekali. Tapi jujur ya, dari segi penataan meja dan lauk-pauknya, memang agak kurang dibanding restoran samgyeopsal biasa. Lauk-pauknya nggak terlalu beragam. Meskipun begitu, kalau fokusnya ke jumlah daging, harganya sangat worth it. Apalagi kalau tempatnya punya salad bar yang lengkap, kekurangannya langsung tertutupi.

Begini tampilan meja saat kamu duduk

Tampilan dasar meja di restoran samgyeopsal Korea - panggangan di tengah dengan sup doenjang dan banhap

Begitu duduk, setting dasar mejanya sudah seperti ini. Di tengah ada panggangan untuk memanggang daging, di satu sisi ada sup doenjang, dan di sisi lain ada banhap. Banhap itu wadah logam tempat kamu menaruh daging panggang lalu dicampur dengan kimchi dan dimakan bersama. Sambil daging dipanggang, di sampingnya sup sedang mendidih, dan di banhap kimchi serta daging matang bersamaan — pemandangan khas yang cuma ada di restoran samgyeopsal Korea.

Menaruh samgyeopsal di atas panggangan

Meletakkan samgyeopsal segar tebal ke panggangan menggunakan penjepit

Begitu apinya menyala, sekarang saatnya mulai! Tinggal jepit samgyeopsal yang tebal satu per satu dengan penjepit dan taruh di panggangan. Begitu ditaruh, langsung terdengar suara mendesis dan minyaknya mulai keluar. Di sampingnya, sup doenjang juga ikut mendidih, aroma daging panggang dan sup bercampur jadi satu — belum makan aja sudah lapar.

Beberapa potong samgyeopsal memenuhi panggangan - kira-kira setara 2 porsi di restoran biasa

Namanya juga all you can eat, jadi taruh aja sebanyak yang kamu mau. Daging yang terlihat di foto ini kira-kira setara 2 porsi di restoran biasa. Kalau pesan segini di restoran biasa, harganya sekitar Rp250.000, tapi di restoran all you can eat, ini baru permulaan doang.

Cara memanggang samgyeopsal yang enak

Nah, dari sini yang bener-bener penting. Kalau mau makan samgyeopsal yang enak banget di Korea, kamu harus tahu cara memanggangnya. Kalau asal taruh dan asal balik, rasanya beda jauh lho. Aku akan kasih lihat step by step pakai foto yang aku ambil sendiri waktu makan.

Jangan terlalu cepat membaliknya

Close-up samgyeopsal segar yang mulai matang dari bagian bawah di atas panggangan

Begitu ditaruh di panggangan, karena api langsung dari bawah, rasanya kayak cepat matang. Tapi di sinilah kamu harus sabar. Kalau terlalu cepat dibalik, luarnya baru sedikit matang tapi dalamnya masih mentah total.

Timing membalik itu sebenarnya yang menentukan rasa samgyeopsal. Setelah menaruh satu sisi, tunggu sekitar 2-3 menit. Kalau kamu lihat dari samping potongan dagingnya, warnanya mulai berubah dari bawah ke atas. Waktu perubahan warna itu sudah naik sekitar sepertiga dari total ketebalan, dan dagingnya lepas dari panggangan secara alami, itulah timing yang tepat untuk membalik. Kalau waktu diangkat pakai penjepit dagingnya masih nempel dan harus dipaksa dilepas, berarti masih belum waktunya.

Kalau sudah begini, saatnya dibalik

Close-up samgyeopsal dengan satu sisi sudah matang kecokelatan sempurna

Kalau bagian bawahnya sudah kecokelatan seperti ini dengan minyak yang sedikit keluar, nah itu timing yang pas. Kalau terlalu cepat dibalik, tekstur renyahnya nggak keluar. Kalau terlalu lama, gosong. Waktu permukaannya mengkilap dan warna coklatnya sudah merata, silakan balik.

Gunting jadi potongan seukuran satu suap

Menggunting samgyeopsal matang menjadi potongan seukuran satu suap

Kalau kedua sisinya sudah cukup matang, sekarang waktunya digunting. Kalau dibiarkan utuh dalam potongan besar, dalamnya nggak akan matang merata. Di Korea, menggunting daging itu budaya yang sangat wajar. Mungkin awalnya agak aneh buat kamu, tapi begitu dicoba, jauh lebih praktis daripada pakai pisau.

Ada satu hal yang harus benar-benar kamu ingat. Di Korea, daging sapi boleh dimakan agak kurang matang, tapi daging babi WAJIB dimatangkan sampai ke dalam. Kalau setelah digunting masih ada warna pink di dalamnya, panggang lagi sebentar. Ukuran potongan seperti di foto ini sudah pas, tapi kalau mau lebih tipis juga boleh. Makin tipis, makin cepat matang.

Potong, sebar, dan panggang tahap akhir

Potongan samgyeopsal seukuran satu suap tersebar luas di panggangan, matang merata

Setelah dipotong seukuran satu suap, sebar dagingnya di atas panggangan seperti ini. Di tengah, sup doenjang juga sedang mendidih, dan potongan-potongan daging matang merata. Ada orang yang dari awal menaruh daging utuh dan memanggang begitu saja sampai selesai — kalau begitu, luarnya gosong tapi dalamnya mentah. Setelah memanggang kedua sisi sampai cukup matang, baru potong dan sebar seperti ini untuk tahap akhir, itulah kunci makan samgyeopsal yang enak.

Urutan memanggang samgyeopsal dalam sekali lihat

🔥 Urutan Memanggang Samgyeopsal

1

Taruh samgyeopsal tebal di atas panggangan. Tunggu sekitar 2-3 menit per sisi.

2

Kalau bagian bawah sudah kecokelatan dan lepas dari panggangan secara alami, balikkan.

3

Setelah kedua sisi cukup matang, gunting jadi potongan seukuran satu suap.

4

Sebar potongan daging secara merata di panggangan agar matang sampai ke dalam.

5

Kalau sudah tidak ada warna pink di dalam, selesai. Daging babi wajib dimatangkan sempurna.

Samgyeopsal sudah matang, gimana cara makannya?

Oke, dagingnya sudah matang, sekarang saatnya makan. Tapi samgyeopsal itu bukan cuma ambil daging terus langsung makan gitu aja. Tergantung gimana kamu memanfaatkan pelengkap yang disajikan, rasanya bisa beda banget.

🥩 Celup ke garam + minyak wijen

Ini cara makan yang paling dasar. Di meja ada mangkuk kecil berisi campuran minyak wijen dan garam. Tinggal celupkan daging panggang ke situ. Dengan cara ini, kamu bisa merasakan cita rasa daging itu sendiri paling maksimal. Kalau baru pertama kali makan samgyeopsal, coba cara ini dulu.

🌿 Bungkus dengan selada atau daun perilla

Ini cara yang paling sering dilakukan orang Korea saat makan samgyeopsal. Taruh daging panggang di atas selada atau daun perilla, tambahkan sedikit ssamjang (saus dari campuran doenjang dan gochujang), lalu bungkus dan makan dalam satu suapan. Ssamjang itu agak asin dan sedikit pedas. Kadang ditambah bawang putih sepotong atau cabai, dan kesegaran sayurannya menetralisir minyak dari daging, jadi bikin kamu terus makan tanpa berhenti.

🫕 Campur dengan kimchi di banhap

Wadah logam yang ada di samping panggangan itu namanya banhap. Taruh kimchi di dalamnya, lalu letakkan daging panggang di atasnya — panas dari panggangan akan ikut mematangkan kimchi. Kalau dimakan bersamaan, kimchi yang sudah matang dan pedas itu menetralisir rasa berminyak dari daging, rasanya cocok banget. Ditaruh di atas nasi juga enak.

🍲 Penutupnya sup doenjang + nasi

Menjelang dagingnya habis, sup doenjang yang dari tadi mendidih di tengah panggangan sudah matang sempurna. Campurkan nasi ke dalamnya, dan rasa berminyak setelah makan daging langsung hilang bersih. Orang Korea selalu mengakhiri makan samgyeopsal dengan cara ini.

🍺 Samgyeopsal wajib dengan soju

Kalau ngomongin samgyeopsal di Korea, yang nggak boleh ketinggalan adalah soju. Samgyeopsal + soju itu kombinasi favorit seluruh rakyat Korea. Kalau soju terlalu berat, bir juga oke. Ada juga yang namanya somaek, campuran soju dan bir. Kalau nggak minum alkohol, cola atau sprite juga cocok banget sama daging.

Bilang seperti ini ke pelayannya

Di beberapa restoran all you can eat, kamu harus minta refill langsung ke pelayan. Nggak bisa bahasa Korea juga nggak masalah sama sekali. Tinggal tunjukkan kalimat-kalimat di bawah ini ke pelayannya.

Nggak bisa bahasa Korea? Nggak apa-apa. Tunjukkan layar ini ke pelayan.

삼겹살 리필 부탁해요

Refill samgyeopsal (daging perut babi), ya

🔊 sahm-gyup-sahl ree-peel boo-tahk-hae-yo


목살 리필 부탁해요

Refill moksal (daging leher babi), ya

🔊 mohk-sahl ree-peel boo-tahk-hae-yo


공기밥 하나 더 주세요

Tambah satu mangkuk nasi lagi, ya

🔊 gohng-gi-bahp hah-nah duh joo-seh-yo


이모, 소주 한 병이요

Permisi, satu botol soju ya

🔊 ee-mo, so-joo hahn byung-ee-yo


이모, 맥주 한 병이요

Permisi, satu botol bir ya

🔊 ee-mo, maek-joo hahn byung-ee-yo


콜라 하나 주세요

Satu cola, ya

🔊 kohl-lah hah-nah joo-seh-yo


화장실 어디예요?

Toiletnya di mana?

🔊 hwah-jahng-shil uh-dee-yeh-yo


계산이요

Minta bon, ya

🔊 gye-sahn-ee-yo

💡 "이모 (imo)" adalah cara akrab memanggil pelayan di restoran. Arti harfiahnya "tante", tapi di Korea memang begitu cara memanggil pelayan wanita di restoran. Untuk pelayan pria, kamu bisa bilang "사장님 (sajangnim)".

Samgyeopsal all you can eat, wajib dicoba minimal sekali

Selama traveling di Korea, samgyeopsal itu wajib dicoba minimal sekali. Nggak perlu cari restoran mahal. Cukup ke restoran samgyeopsal all you can eat di pinggir jalan, tambah segelas soju, sudah sempurna. Karena itulah samgyeopsal yang sebenarnya — yang dimakan orang Korea setiap hari setelah pulang kerja.

Postingan ini awalnya dipublikasikan di https://hi-jsb.blog.

Tanggal Terbit 14 Maret 2026 pukul 18.47
Tanggal Diperbarui 18 Maret 2026 pukul 00.27