KategoriKafe
BahasaBahasa Indonesia
Tanggal Terbit16 Maret 2026 pukul 18.04

The King di Yangnam Gyeongju: Cafe Bakery Raksasa di Sisi Laut

#Cafe Gyeongju#cafe ocean view Gyeongju#cafe Yangnam

Cafe The King di Yangnam Gyeongju — Cafe Bakery Raksasa Tepat di Sebelah Jusangjeolli

Kalau ngomongin soal liburan ke Gyeongju, kebanyakan orang pasti langsung kepikiran tempat-tempat bersejarah di daratan kayak Kuil Bulguksa, Observatorium Cheomseongdae, atau Kompleks Makam Daereungwon. Tapi, kalian tahu nggak sih kalau Gyeongju itu punya laut? Di pesisir Yangnam-myeon, sebelah timur Gyeongju, ada fenomena geologi keren namanya Jusangjeolli (kolom lava vertikal) yang merupakan Monumen Alam No. 536. Nah, tepat di sebelah tebing pantai ini, ada cafe ocean view super besar namanya The King (The King Bakery & Cafe). Cafe ini terkenal banget sama patung gorilla emas raksasanya. Begitu masuk, kalian bakal disambut pemandangan Laut Timur (East Sea) yang luas banget lewat jendela kaca setinggi langit-langit, dan di belakang cafe-nya langsung nyambung ke jalur jalan setapak Jusangjeolli Wave Sound Trail. Ini adalah cafe bakery yang rotinya dipanggang sendiri, lengkap dengan kids zone dan area bermain pasir outdoor, jadi cocok banget buat bawa keluarga (family-friendly).

Bagi teman-teman muslim yang mau berkunjung, kalian nggak perlu khawatir. Walaupun ini cafe bakery Korea, pilihan menu rotinya banyak yang berbasis buah dan krim. Karena ini artikel tentang makanan Korea, aku bakal bahas menunya dengan santai ya! Aku pergi ke sini akhir September 2025 bareng istriku. Waktu itu kami mampir setelah dari Seokguram Grotto pas mau jalan ke arah pantai. Jaraknya sekitar 30km atau 40 menit naik mobil dari Seokguram. Pas hari itu panasnya pol kayak musim panas padahal sudah akhir September. Kami sampai jam 1 siang dan nongkrong sekitar satu jam sebelum lanjut ke Pohang. Yuk, cek foto-foto yang aku jepret sendiri!

Pemandangan patung King Kong gorilla emas raksasa di depan pintu masuk Cafe The King Gyeongju - The King Cafe Gyeongju giant golden gorilla sculpture at entrance

Dibuat Melongo Sama King Kong Emas dari Parkiran

Begitu turun dari mobil di parkiran, kalian bakal langsung disambut sama patung King Kong emas yang ukurannya luar biasa gede. Sumpah, kaget banget pas pertama lihat! Tingginya hampir sama kayak bangunan cafe-nya, jadi dari jauh pun sudah kelihatan banget. Nggak perlu lihat Google Maps lagi, kalian pasti bakal bilang "Oh, itu dia tempatnya!". Parkirannya juga luas banget, jadi kalau datang pas weekend pun nggak perlu stres cari lapak parkir. Cafe-cafe di daerah Yangnam biasanya parkirannya sempit, tapi The King ini juara kalau soal fasilitas parkir.

Perbandingan ukuran patung gorilla Cafe The King dengan manusia - seni logam upcycling - The King Cafe gorilla sculpture size comparison with person

Coba deh lihat ukurannya, ini pas aku bandingin sama punggung istriku, dia cuma seukuran lengan bawah patungnya doang! Skalanya bener-bener intimidatif tapi keren. Kalau dilihat lebih dekat, permukaan patungnya itu penuh sama potongan logam kayak gigi roda dan suku cadang mesin. Ini karya seni upcycling (upcycling art), jadi bukan sekadar patung asal-asalan, tapi digarap serius banget. Aku nggak lihat ada orang yang lewat sini tanpa foto-foto dulu.

Lorong pintu masuk lengkung Cafe The King - struktur dinding batu tinggi seperti masuk kastil - The King Cafe arched stone entrance hallway

Pintu Masuk yang Serasa Mau Masuk Kastil

Pintu masuknya juga nggak kalah keren. Aku pikir cuma King Kong-nya doang yang gede, ternyata pintu masuk cafe-nya sendiri punya desain lengkung (arched entrance) yang tinggi banget. Langit-langitnya terbuka lebar dengan dinding batu di kanan-kiri, jadi pas melangkah masuk itu rasanya kayak lagi jalan masuk ke dalam sebuah kastil (castle). Di atas lengkungannya ada papan nama besar, dan makin ke dalam jalannya makin mengerucut, bikin kita secara alami "terhisap" ke area dalam cafe. Ini bukan sekadar pintu, tapi sudah kayak objek wisata sendiri.

Interior zona bertema abad pertengahan di lantai 1 - dekorasi perisai dinding biru lampu jalan figur Iron Man - The King Cafe medieval themed interior zone with blue walls and shield decorations

Interior Cafe The King — Ruang Raksasa dengan Tema Berbeda di Setiap Area

Pas sudah di dalam, kalian pasti bakal melongo lagi sama ukurannya. Area pertama itu zona bertema abad pertengahan dengan dinding biru, dekorasi motif perisai, lampu berbentuk lampu jalan (street lamp-style lights), sampai ada figur Iron Man segala. Mejanya banyak banget dan kursinya pakai bahan kain, jadi betah kalau mau duduk lama-lama. Katanya ada kids zone terpisah, tapi area ini pun sudah kelihatan kayak taman bermain buat anak-anak.

Aula utama ocean view Cafe The King - lampu kristal chandelier dan pemandangan laut kaca transparan - The King Cafe main hall with crystal chandeliers and ocean view through floor-to-ceiling windows

Aula Ocean View dengan Deretan Lampu Kristal

Tapi suasana bener-bener berubah drastis pas masuk ke aula bagian dalam. Di langit-langitnya banyak banget lampu kristal (crystal chandelier) yang bergelantungan. Ukurannya gede banget, biasanya cuma ada di lobi hotel mewah, bukan di cafe! Tepat di sebelahnya ada jendela kaca transparan (floor-to-ceiling glass windows) yang menghadap langsung ke laut, jadi cahaya dari lampu kristal itu beradu sama cahaya langit di luar. Kursinya pakai besi hitam dengan sandaran lebar yang ternyata cukup nyaman, cuma karena bahannya besi, pas akhir September kemarin pas didudukin agak dingin.

Panjang aula ocean view Cafe The King - view laut kaca transparan dan dinding interior ala Eropa - The King Cafe long ocean view hall with European-style interior walls

Aula ini panjangnya minta ampun, sampai nggak kelihatan ujungnya. Satu sisi itu view laut lewat kaca, sisi satunya lagi dinding bata dengan dekorasi jendela palsu ala Eropa (European-style faux windows). Di sela-sela ada sofa beludru kuning dan lampu jalan, jadi asyik banget jalan-jalan sambil pilih tempat duduk. Kalau weekend katanya ramai banget, tapi pas aku ke sana hari kerja sore, suasananya tenang banget kayak gini.

Sudut pandang aula ocean view dari arah berlawanan - barisan kursi putih dan chandelier berulang - The King Cafe ocean view hall opposite angle with white chairs and repeated chandeliers

Kalau dilihat dari sisi sebaliknya, feel-nya kayak gini nih. Barisan kursi putih memanjang di sisi jendela, dan ada tanaman besar di antara meja-meja. Lampu kristalnya gantung berulang-ulang sampai ke ujung, kalau dilihat dari jauh cakep banget asli. Ini ruangan yang sama tapi dari arah beda, suasananya kerasa beda kan? Tempat duduknya banyak banget dan hampir semuanya dapat view laut, jadi nggak perlu rebutan tempat.

Pemandangan Laut Timur dari kursi jendela - garis pantai batu turbin angin - The King Cafe window seat East Sea ocean view with coastline rocks and wind turbines

Pemandangan Laut Timur dari Balik Jendela

Ini nih yang kalian lihat kalau duduk di dekat jendela. Laut Timur bener-bener ada di depan mata. Lewat kaca, kalian bisa lihat garis pantai, bebatuan, sampai turbin angin (wind turbines) di kejauhan. Istriku sampai berdiri lama banget di sini. Aku sudah ajak duduk tapi dia bilang "bentar lagi, bagus banget". Di bawahnya kelihatan taman rumput (grass garden), yang ternyata nantinya bisa kita datangi juga.

Kursi outdoor teras lantai 2 Cafe The King - pemandangan taman rumput dan laut di balik pagar kaca - The King Cafe 2nd floor terrace outdoor seating with ocean and garden view

Ada juga kursi di area teras (terrace) lantai 2. Ini area buat kalian yang mau hirup udara segar laut. Di balik pagar kaca, kalian bisa lihat taman rumput dan laut yang luas banget. Kursinya tipe sofa dengan bantal empuk, kalau sudah duduk di sini rasanya malas mau bangun. Kalau cuaca lagi cerah, area ini jauh lebih asyik daripada di dalam. Karena lokasinya di pantai, angin sepoi-sepoinya itu lho yang bikin suasana makin syahdu.

Interior dinding eksterior cafe ala Eropa - papan nama cafe MALT jendela lengkung kaca patri - The King Cafe European street-style facade interior with stained glass windows

Dinding ala Eropa yang Serasa Ada Cafe di Dalam Cafe

Kalau lihat ke dindingnya, mereka bikin dekorasi yang mirip banget sama eksterior cafe di jalanan Eropa (European street-style facade). Ada papan nama "café MALT amour du café", jendela lengkung, sampai kaca patri (stained glass) warna hijau lumut. Berasa lagi ada di dalam dua cafe sekaligus, unik banget!

Dua patung logam raksasa di dalam Cafe The King - seni upcycling memegang kapak dan perisai - The King Cafe interior giant metal upcycling art sculptures with axe and shield

Ternyata nggak cuma gorilla doang. Di bagian dalam ada dua patung logam (metal sculptures) raksasa lagi. Yang satu pegang kapak, satu lagi pegang perisai. Dibuat dari gigi roda dan mesin, kayaknya sih dari seniman upcycling (upcycling art) yang sama. Pas lagi minum kopi, mata kita otomatis bakal sering ngelirik ke sini karena detailnya emang keren parah.

Foto close-up patung logam - figur raksasa memegang kapak dan perisai dalam kotak kaca - The King Cafe close-up of giant metal figure holding axe and shield in glass case

Detailnya sedalam ini kalau dilihat dari dekat. Satu tangan kapak, satu tangan perisai. Disimpan di dalam kotak kaca dan tingginya hampir menyentuh plafon. Skalanya susah banget ditangkap lewat foto, tapi kalau lihat langsung, kalian pasti bakal merasa kecil banget di depannya.

Patung dinding King Kong emas di dalam ruangan - pose menembus dinding gigi perak - The King Cafe indoor golden King Kong wall sculpture bursting through wall

Spot Foto dan Patung yang Tersembunyi di Mana-mana

Di dalam juga ada King Kong lagi lho! Kali ini warnanya emas dan posenya kayak lagi mau keluar menembus dinding. Giginya yang warna perak bikin tampilannya agak seram tapi keren banget karena menyatu sama gambar gedung hitam putih di belakangnya. Ini spot favorit buat foto-foto, banyak banget yang antre di sini.

Kursi sofa beludru oranye kuning di dinding ala Eropa - interior jendela palsu lampu jalan - The King Cafe European wall with orange and yellow velvet sofas and faux windows

Di area dinding ala Eropa ini, ada deretan sofa beludru (velvet sofa) warna oranye dan kuning yang eyecatching banget. Ada jendela palsu dan lampu jalan juga, jadi kalau duduk di sini rasanya kayak lagi nongkrong di teras outdoor di luar negeri. Ini spot paling bagus buat ambil foto buat diposting di medsos.

Interior fasad bangunan warna-warni - suasana taman bermain dengan patung logam dan dekorasi sulur - The King Cafe colorful building facade interior with metal sculptures and vine decorations

Makin masuk ke dalam, suasananya berubah lagi. Ada fasad bangunan warna-warni (colorful building facades) dengan patung logam di sela-selanya, dan sulur-sulur tanaman yang menjuntai dari atas. Berasa lagi jalan di gang taman bermain bertema, bukan di cafe biasa. Aku sama istriku sampai lama banget milih tempat duduk karena semuanya bagus.

Dekorasi balkon mini di dinding cafe - detail pot bunga tirai interior - The King Cafe wall mini balcony decoration with flower pots and curtains

Ada juga yang kayak begini di dindingnya. Mereka beneran bikin balkon mini (mini balcony) lengkap sama pot bunga dan tirainya. Detailnya nggak main-main! Aku nggak nyangka mereka bakal niat banget bikin interior sedalam ini. Tadinya cuma mau mampir di cafe besar biasa, eh ternyata banyak banget yang bisa dilihat.

Patung ksatria berbaju zirah Cafe The King - patung logam ksatria abad pertengahan menancapkan pedang - The King Cafe armored medieval knight metal sculpture with sword

Kali ini ada patung ksatria berbaju zirah (armored knight sculpture). Posenya lagi menancapkan pedang ke tanah. Kalau dibandingin sama kursi putih di sebelahnya, tingginya sekitar dua kali tinggi manusia. Pas banget sama background set bangunan ala Eropa-nya, bener-bener kerasa kayak lagi di tengah desa abad pertengahan (medieval village).

Panorama seluruh interior Cafe The King - chandelier dinding ala Eropa patung logam sofa warna-warni dalam satu frame - The King Cafe full interior panorama with chandeliers European walls metal sculp

Ini angle di mana kalian bisa lihat seluruh areanya. Lampu kristal, dinding Eropa, patung logam, dan sofa warna-warni semua masuk dalam satu frame. Ruangannya emang luas banget, tapi nggak kerasa kosong karena setiap zona punya tema yang unik, jadi nggak ngebosenin jalan-jalannya.

Counter pemesanan Cafe The King di balik jendela kaca lengkung yang memperlihatkan Laut Timur - The King Cafe ordering counter and bakery display with curved ocean view window behind

Counter Bakery yang Punya View Laut Langsung

Bahkan dari tempat pesan pun kalian sudah bisa lihat laut. Di belakang rak roti ada jendela kaca lengkung yang besar banget. Pas lagi pilih-pilih kue terus nengok ke atas, langsung deh kelihatan Laut Timur yang biru. Ini pertama kalinya aku beli roti sambil cuci mata lihat laut.

Pemandangan cakrawala Laut Timur di balik pohon pinus dan kursi teras dari dalam cafe - The King Cafe indoor view of terrace seats with pine trees and East Sea horizon

Lewat kaca, area teras luar kelihatan jelas dan di sana lautnya berasa dekat banget. Cakrawalanya membentang luas di sela-sela pohon pinus (pine trees). Melihat pemandangan ini dari dalam saja sudah kerasa tenang banget. Tempat yang pas buat bengong sambil pegang secangkir kopi.

Pemandangan langsung Laut Timur dari teras cafe - pohon pinus taman rumput jalur jalan setapak Jusangjeolli - The King Cafe terrace direct East Sea view with pine trees garden and Jusangjeolli trail b

Kalau kalian berdiri langsung di terasnya, view-nya kayak gini. Laut Timur membentang tanpa batas di balik pohon pinus, dan kalau cuaca lagi bagus, kalian bisa lihat kapal lewat. Di bawahnya ada taman rumput dan jalur Jusangjeolli Wave Sound Trail. Jalur ini panjangnya sekitar 1.7km dari Pelabuhan Eupcheon ke Pelabuhan Haseo, di mana kalian bisa lihat langsung pilar-pilar lava Jusangjeolli yang sudah jadi Monumen Alam No. 536. Mau kopinya rasa apa pun, kalau view-nya kayak gini mah sudah cukup banget buat alasan datang ke sini.

Display bakery Cafe The King - mango cake chocolate cake tiramisu slice cake - The King Cafe bakery display with mango cake chocolate cake and tiramisu slices

Bakery The King — Stok Roti Melimpah Walau Bukan Musim Libur

Pilihan bakery-nya juga nggak main-main. Ada mango cake, chocolate cake, sampai tiramisu yang tertata rapi di display. Ukuran per potongnya lumayan gede dan tampilannya cantik banget, bikin lapar mata pas mau milih.

Sus krim dan tiramisu The King Bakery - pelat cokelat THE KING BAKERY kiwi krim segar - The King Bakery cream puff with chocolate plate and kiwi whipped cream

Aku tertarik banget sama sus krim (cream puff) yang ada pelat cokelat bertuliskan "THE KING BAKERY & CAFE". Isinya krim segar melimpah terus ada potongan kiwi di atasnya. Di sebelahnya ada tiramisu juga, bener-bener kayak toko roti profesional pilihannya.

Roti wajah gorilla khas The King - adonan hitam wajah putih roti karakter - The King Cafe signature gorilla face bread with black dough and white face

Nah, kayaknya ini menu andalan mereka: Roti wajah gorilla (gorilla bread). Adonannya warna hitam terus ada wajah putihnya di tengah, lucu banget! Ada juga croissant, salt bread (roti garam), dan garlic baguette (roti bawang). Pas aku ke sana pas sepi, tapi tiap tray masih diisi penuh. Nggak kayak cafe besar lain yang kalau sepi cuma sedia roti dua-tiga biji doang.

Tray bakery Cafe The King - salt bread roti krim roti gorilla roti baru panggang - The King Cafe bakery tray with freshly baked salt bread cream bread and gorilla bread

Ada salt bread, roti krim, dan roti gorilla yang dipisah per baris. Kelihatannya baru banget dipanggang. Croissant-nya juga kelihatan tekstur layernya cakep. Macamnya emang nggak ribuan, tapi semuanya menu yang pasti enak.

Roll cake Cafe The King - kiwi roll blueberry roll fig fruit dessert - The King Cafe roll cakes with kiwi blueberry and fig fruit desserts

Ada roll cake juga lho. Kiwi roll dan blueberry roll ditata di atas piring kaca, potongannya rapi banget kelihatan bikin sendiri. Ada juga yang pakai buah ara (fig). Kalau soal dessert, ini nggak kalah sama toko roti spesialis di kota besar.

Display croughnut croissant donut dan salt bread Cafe The King - The King Cafe croughnut croissant donut and salt bread display

Croughnut (gabungan croissant dan donat) sama salt bread yang paling banyak stoknya. Croughnut-nya kelihatan garing di luar dan ukurannya lumayan berat, sedangkan salt bread-nya masih kelihatan butiran garamnya di atas, kayak baru keluar dari oven. Kalau pas sepi saja stoknya segini, bayangin pas musim libur pasti penuh banget raknya.

Signature The King Einspanner dingin - espresso kental dengan krim tebal gelas logo The King - The King Cafe signature The King Einspanner iced coffee with thick cream in logo glass

Menu Signature — The King Einspanner dan Cinnamon Cream Latte

Aku pesan The King Einspanner (Rp80.000). Ini menu andalan mereka, yaitu kopi espresso kental yang di atasnya dikasih krim manis yang tebal banget. Disajikannya pakai gelas kaca berlogo "The King". Lapisan espresso sama krimnya kelihatan kontras banget, cakep buat difoto.

Cinnamon Cream Latte dingin - lapisan krim warna muda gelas logo The King background laut - The King Cafe Cinnamon Cream Latte iced with light cream layer in logo glass with ocean background

Istriku pilih Cinnamon Cream Latte (Rp80.000). Warnanya lebih muda dibanding Einspanner dan lapisan krimnya kerasa lebih lembut. Istriku emang suka banget sama aroma kayu manis, jadi dia bilang ini pas banget di lidah karena aromanya nggak terlalu nyengat.

Einspanner dan Cinnamon Cream Latte berdampingan di kursi jendela - foto minuman background pulau karang Laut Timur - The King Cafe Einspanner and Cinnamon Cream Latte side by side at window seat with

Pas ditaruh di dekat jendela, yang kiri itu Einspanner yang warnanya gelap, yang kanan yang lebih muda itu Cinnamon Cream Latte. Background-nya Laut Timur sama pulau karang, kombinasi yang pas banget kan? Rasanya menurutku enak, manisnya pas. Tapi jujur saja, bukan tipe kopi yang bikin kalian "harus datang lagi demi kopi ini". Cuma ya, karena diminumnya sambil lihat laut yang seindah ini, rasanya jadi naik berkali-kali lipat. Pas aku tanya istriku dia minum apa barusan, dia malah jawab "nggak tahu, aku cuma ingat lautnya doang". Sama sih, aku juga gitu. Ke sini itu bukan buat berburu rasa kopi, tapi buat healing nikmatin view dan suasananya.

Monitor menu di counter Cafe The King - daftar harga minuman dengan bahasa Inggris - The King Cafe menu board on counter monitor with English and Korean pricing

Daftar Harga Menu dan Info Kunjungan

Daftar menunya bisa kalian lihat di monitor atas counter. Ada tulisan bahasa Inggrisnya (English menu available) jadi turis pun nggak bakal bingung, tapi pesannya tetap pakai bahasa Korea ya. Harganya emang nggak murah sih. Americano Rp70.000, latte-lattean Rp80.000-an, smoothie Rp90.000-an. Dibanding cafe di pusat kota Gyeongju, ini lebih mahal, tapi wajar karena sudah termasuk "premium ocean view". Oiya, harga ini pas aku ke sana September 2025 ya, mungkin saja bisa berubah sewaktu-waktu.

 
☕ Daftar Menu & Harga Cafe The King (The King Cafe Menu & Prices)
 

※ Harga per September 2025, dapat berubah sewaktu-waktu. (Prices as of Sep 2025, subject to change.)

 
   
Coffee
   
      Americano Rp70.000 · Espresso Rp70.000 · Cappuccino (Panas) Rp75.000 · Cafe Latte Rp75.000 · Caramel Macchiato Rp80.000 · Vanilla Latte Rp80.000 · Dolce Latte Rp80.000 · Icecream Latte (Dingin) Rp80.000    
 
 
   
Signature
   
      The King Einspanner (Dingin) Rp80.000 · Cinnamon Cream Latte (Dingin) Rp80.000 · Black Sesame Einspanner Rp80.000 · Decaf +Rp6.000 · Hazelnut/Extra Shot +Rp6.000    
 
 
   
Beverage · Tea
   
      Milk Tea Rp85.000 · Peach Iced Tea Rp75.000 · Matcha Latte Rp80.000 · Strawberry Latte Rp90.000 · Lemon Tea Rp80.000 · Grapefruit Tea Rp80.000 · Chamomile Rp75.000 · Peppermint Rp75.000 · Earl Grey Rp75.000    
 
 
   
Ade · Smoothie · Juice
   
      Blue Lemon Ade Rp85.000 · Grapefruit Ade Rp85.000 · Apple Mango Smoothie Rp90.000 · Blueberry Smoothie Rp90.000 · Choco Banana Smoothie Rp90.000 · Plain Yogurt Smoothie Rp90.000 · Jus Semangka Rp105.000 · Jus Tomat Rp85.000 · Jus Jeruk Hallabong Jeju Rp85.000    
 
 
   
Bakery
   
      Gorilla Bread · Salt Bread · Croughnut · Croissant · Garlic Baguette · Berbagai jenis kue (Mango, Chocolate, Tiramisu, dll) — Harga bervariasi    
 
 
   
📍 Info Kunjungan (Visit Info)
   
      Alamat: 454 Donghaean-ro, Yangnam-myeon, Gyeongju-si, Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan
      Telepon: +82-54-771-2233
      Jam Operasional: Hari Kerja 10:00~20:00 / Weekend & Libur 09:00~21:00 (Last order 30-40 menit sebelum tutup)
      Libur: Buka sepanjang tahun
      Parkir: Parkiran gratis yang sangat luas
      Lainnya: Tersedia Kids Zone · Gratis masuk untuk anak di bawah 7 tahun · Area main pasir outdoor · Tersedia lift · Ada Wi-Fi    
 
 

Cara ke Cafe The King dan Wisata Sekitarnya

Dari pusat kota Gyeongju, butuh waktu sekitar 30-40 menit naik mobil (jarak sekitar 20km). Kalau kalian dari arah Seokguram atau Kuil Bulguksa kayak aku, bakal makan waktu 40 menitan. Memang bisa pakai transportasi umum, tapi bus-nya jarang banget lewat, jadi susah atur waktunya. Sangat disarankan sewa mobil (rental car) atau naik taksi saja biar aman.

Di sekitar The King, jalurnya langsung nyambung ke Jusangjeolli Wave Sound Trail. Terus ada desa nelayan kecil kayak Pelabuhan Eupcheon sama Pelabuhan Haseo. Jadi daripada cuma ke cafe doang terus pulang, mending sekalian jalan santai di pesisir pantainya sekitar setengah hari. Aku kemarin keburu waktu jadi nggak sempat jalan kaki, tapi next time harus banget dicoba.

Worth It Nggak Sih? — Review Jujurku

Jujur saja, aksesnya emang agak repot. Jauh dari pusat kota Gyeongju, kendaraan umum susah, dan daerah Yangnam ini bukan jalur utama turis. Tapi yang namanya pantai emang gitu kan, kalau dekat pusat kota ya bukan pantai namanya. Walau repot, tapi view dan suasananya bener-bener sebanding kok, nggak bakal nyesel.

Apalagi kalau kalian sudah capek keliling situs sejarah yang isinya cuma kuil sama makam, mampir ke sini buat lihat laut itu segerrr banget. Buat yang bawa anak kecil? Tenang, ada kids zone sama area main pasir, jadi ramah banget buat keluarga. Katanya kalau sore pemandangan sunset-nya juga juara, tapi karena aku datangnya jam 1 siang, aku belum lihat sendiri.

Kalau musim panas kalian bisa nikmatin angin laut di teras, kalau musim dingin enaknya duduk di dalam sambil lihat laut lewat kaca yang hangat. Kalau lagi cari cafe ocean view di Gyeongju, di daerah Jusangjeolli Yangnam cuma The King yang skalanya sebesar ini dan punya view sekeren ini. Jadiin referensi ya!

Tulisan ini aslinya dipublikasikan di https://hi-jsb.blog.

Tanggal Terbit 16 Maret 2026 pukul 18.04
Tanggal Diperbarui 10 April 2026 pukul 22.50