Kafe View Sungai & Bakery Handmade yang Bikin Adem
Nemunya NOHO, kafe view sungai dekat Daejeon
Hari ini mau ngapain ya… terus aku iseng scroll HP cari kafe view sungai yang oke di dekat rumah. Kafe-kafe di Daejeon tuh beneran udah hampir semua pernah aku datengin, jadi rasanya udah nggak ada yang baru lagi wkwk. Area Tanbang-dong, Dunsan-dong, Bongmyeong-dong itu udah hampir “tamat”, daerah Sintanjin juga beberapa kali muter tapi nggak ada yang bikin klik. Eh terus aku lihat postingan orang tentang kafe namanya NOHO, katanya bakery cafe besar di Bugang-myeon, Sejong—Sejong itu kota baru yang terencana, kira-kira 2 jam di selatan Seoul. Begitu lihat fotonya, aku langsung mikir, “Oh ini dia,” dan langsung cabut. Katanya view Geum River (artinya “Sungai Emas” dalam bahasa Korea) dan luasnya 300 pyeong, kira-kira 1.000㎡. Ya masa nggak penasaran.
Kafe dekat Daejeon–Cheongju–Sejong, aksesnya gimana?
Jarak dari rumah sebenarnya nggak jauh. Pas masukin navigasi, dari daerah Daejeon Sintanjin kira-kira 15 menit. Tapi ada 1 kekurangan yang harus aku sebut: aksesnya. Lokasinya dekat jalur sepeda di tepi Geum River, jadi naik bus itu praktis nggak bisa. Kalau nggak punya mobil, ya udah… mending nggak usah maksain. Jalan menuju sana lewat sawah dan jalanan kecil di kaki bukit, jadi yang baru pertama kali bisa kepikiran, “Seriusan ada kafe di sini?” wkwk. Agak sayang sih. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, Bugang-myeon itu persis di sebelah Sintanjin, posisinya pas banget di tengah-tengah Daejeon, Cheongju, dan Sejong. Kalau bawa mobil, dari mana pun kira-kira 20 menit nyampe—jadi cocok banget buat sekalian road trip kecil. Buat yang cari kafe pinggiran Daejeon atau lagi mikir rute drive dekat Cheongju, ini masuk banget. Pas weekend bingung mau ke mana, jaraknya enak buat pergi sebentar.
Eksterior NOHO — skala segede resort, bukan kafe doang


Begitu sampai, parkir, terus turun… aku langsung mikir, “Ini beneran kafe?” Serius. Bangunan batu tone beige, logo COFFEE & BAKERY NOHO nempel jelas, dan di depannya hamparan rumput lebar banget—skalanya nggak main-main. Landscaping-nya juga kelihatan niat, pohon-pohonnya ditata satu-satu dengan rapi. Pas muter lihat sisi bangunan, rasanya kayak lagi datang ke resort, bukan cuma kafe. Karena sekelilingnya alam, bangunannya jadi makin terlihat keren. Di antara kafe-kafe besar di Sejong, eksterior segini tuh jarang. Halaman depannya juga cukup luas, jadi kalau bawa anak, mereka bisa lari-larian di situ. Beneran banyak keluarga yang datang. Kesan pertama aja udah bikin ekspektasi naik tinggi.
Dari parkiran ke toko — jalurnya udah jadi spot foto


Eh bentar, aku mundur dikit ya—soalnya dari parkir ke kafenya itu harus ditunjukin dulu. Jadi begitu turun dari mobil, ada jalan setapak dari batu yang memanjang. Kanan-kiri rumput, ada pinus dan pohon hinoki gitu, dan jalanin itu rasanya healing-nya mulai dari situ. Dari kejauhan kelihatan bangunan NOHO, dan jalan pelan-pelan ngikutin batu-batu itu tuh enak banget. Padahal mau ke kafe, tapi vibe-nya kayak lagi jalan-jalan di arboretum wkwk. Memang harus jalan dikit dari parkiran ke toko, tapi karena jalurnya fotogenik, malah jadi pengin jalan santai. Parkirannya juga gede banget, jadi weekend pun aku nggak khawatir soal tempat. Tadi sempat takut jalannya sempit dan parkir susah, tapi begitu masuk parkiran langsung lega karena luas.
Pintu masuk NOHO — momen ekspektasi naik lagi



Pas makin dekat, logo COFFEE & BAKERY NOHO kelihatan besar di dinding. Kalau nengok ke atas, logo itu “nempel” rapi di permukaan batu—kesannya bersih dan modern. Di samping pintu ada papan info: lantai 1 itu kafe dan bakery factory, lantai 2 itu kafe dan rooftop. Pintu kayunya kebuka sedikit, jadi kelihatan bagian dalamnya… dan itu bikin aku makin pengin cepet masuk. Pintu kayu dengan dinding batu kombinasinya cakep banget. Dari entrance aja udah segini, aku mikir, “Dalamnya bakal sebagus apa ya?”
Area courtyard — baru buka pintu, langsung kaget lagi


Begitu masuk, tiba-tiba ada courtyard terbuka di tengah—dan di sini aku kaget lagi. Bangunannya bentuk U yang “memeluk” area tengah, ada dek kayu, elemen air, dan meja payung juga. Rasanya kayak dek itu mengapung di atas air, dan kebayang kalau duduk di situ sambil ngopi… wah, vibes-nya meledak sih. Kalau cuaca bagus, ngopi di sini pasti enak banget. Kayaknya pas musim semi atau gugur, kursi outdoor di courtyard bakal jadi tempat rebutan. Katanya area luar juga boleh bawa hewan peliharaan, jadi yang mau bawa anjing bisa catat ya. Di dekat pintu juga ada peta lantai, jadi pertama kali datang pun nggak bakal bingung. Dari kaca besar juga kelihatan area indoor sedikit, dan tempat duduknya terlihat banyak, jadi aku masuk dengan tenang.
Kursi di NOHO — kafe besar tapi tetap nyaman



Oke, aku cerita soal tempat duduknya. Biasanya kalau kafe besar, kursinya banyak tapi sering nggak nyaman, kan? Di sini nggak gitu. Naik ke lantai 2, ada kursi rotan dengan bantal yang empuk dan jumlahnya banyak. Di beberapa titik ada tanaman, jadi walau di dalam ruangan, rasanya kayak tetap dekat alam. Area jendela itu meja 4 orang tepat di depan kaca besar—duduk di situ, Geum River langsung di depan mata. Sudut cahaya mataharinya juga bagus, jadi duduk aja udah bikin mood naik. Tempatnya juga fotogenik, jadi ada yang sengaja ngincer seat jendela.
Di lantai 1 ada deretan sofa kulit, dan ini yang paling aku suka karena beneran nyaman. Duduk di sofa empuk sambil lihat pepohonan dan sungai lewat kaca besar… kalau mau lama-lama, aku rekomendasiin banget sofa lantai 1. Buat kerja pakai laptop atau baca buku juga enak. Karena luasnya 300 pyeong (sekitar 1.000㎡), jarak antarmeja longgar, jadi bisa santai tanpa kepikiran meja sebelah. Datang weekend pun aku nggak sampai muter-muter cari kursi. Dengan ukuran segini, kayaknya jarang banget kejadian nggak kebagian tempat duduk.
Menu NOHO — bakery panggang sendiri & minuman signature


Ini yang aku pesan setelah dapat tempat duduk: croissant, basque cheesecake, dan Bundaberg grapefruit sparkling. Terus yang ada krim hijau di atas itu signature latte NOHO—visualnya cantik banget, jadi nggak mungkin nggak aku foto. Kalau dicampur sama krim manisnya, rasanya juga enak. Croissant-nya bener-bener “kriuk luar, lembut dalam”, dan karena dipanggang sendiri, aroma butter-nya keluar banget. Di bakery factory mereka memang memanggang langsung di tempat, jadi ada juga menu seperti salt bread, green onion bagel, dan rice cream ball. Pilihan rotinya lumayan banyak, jadi seru buat milih-milih.
Untuk harga, americano sekitar ₩6.000 (kurang lebih Rp72.000), lemon ade sekitar ₩7.000 (sekitar Rp84.000). Untuk roti beda-beda, tapi croissant di kisaran ₩5.000–₩6.000 (kira-kira Rp60.000–Rp72.000). Jujur nggak murah, tapi kalau lihat kualitas rotinya yang dipanggang sendiri, masih masuk akal. Dan jujur lagi: di sini, apa pun yang kamu pesan, pemandangannya yang “ngangkat” semuanya. Di luar jendela sungai mengalir, ada gunung dan hijau-hijauan berlapis—makan sambil lihat itu rasanya kayak harga suasana sudah termasuk.
View Geum River — alasan utama orang datang ke sini


Tapi ya… alasan utamanya tetap view ini. Begitu keluar, di balik pagar kaca, Geum River langsung terbentang lebar. Di tengah sungai kelihatan pulau kecil, dan di seberang ada gunung serta hijau yang bertumpuk-tumpuk—dan ini bisa kamu lihat dari kafe, seriusan. Kalau jalan menyusuri koridor luar lantai 2, ada bagian yang menonjol seperti dek observasi. Dari situ, sudut pandangnya lebih luas lagi. Kena angin sambil bengong lihat sungai… rasanya waktu jalan tanpa sadar.
Di lantai 3 ada sky garden juga. Kalau naik ke sana, kamu bisa lihat sungai dari titik yang lebih tinggi. Rasanya lega banget karena terbuka, anginnya juga enak. Katanya kalau datang pas matahari mau tenggelam, pantulan cahaya di permukaan air itu gila bagusnya. Next time aku pengin datang sore-menjelang malam, biar bisa lihat “kilau-kilau” airnya sambil ngopi. Cuma karena view ini aja, perjalanan ke sini rasanya udah kebayar.
Review jujur NOHO — niat balik lagi? Banget
Kalau diringkas satu kalimat: NOHO itu kafe yang view-nya bagus, rotinya enak, dan ruangannya nyaman. Memang minusnya, kalau nggak punya mobil ya susah datang. Tapi buat road trip singkat, tempat kayak gini susah dicari. Parkir luas, jalur jalan kakinya enak, luasnya 300 pyeong (sekitar 1.000㎡) jadi nggak perlu stress cari kursi. Dan yang paling aku suka: duduk bengong di depan Geum River itu beneran bikin kepala adem. Datang berdua sebagai couple oke, bawa keluarga juga oke, bahkan sendirian buat istirahat tenang pun cocok. Dari Daejeon, Cheongju, atau Sejong, kira-kira 20 menit-an kalau naik mobil. Weekend bingung mau ke mana? Coba aja sekali. Aku sih bakal balik lagi.
Info kunjungan NOHO
Alamat: Bugang-myeon, Sejong Special Self-Governing City, Geumgang Bike Path 13020
Jam operasional: setiap hari 10:00–20:00 (pesanan terakhir 19:00)
Nomor telepon: +82-44-864-5770
Parkir: parkiran khusus yang sangat luas
Catatan: area outdoor boleh bawa hewan peliharaan, tersedia kursi bayi, bisa untuk rombongan
Postingan ini pertama kali dipublikasikan di https://hi-jsb.blog.