KategoriMakanan
BahasaBahasa Indonesia
Tanggal Terbit23 April 2026 pukul 19.17

Tteokbokki Instan Rp 35 Ribu — Dimasak Jam 3 Pagi

#tteokbokki instan#camilan tengah malam#makanan instan Korea
Sekitar 8 menit membaca
🚨

Pernah nggak, jam tiga pagi tiba-tiba ngidam tteokbokki? Kalau aku sih lumayan sering. Masalahnya, jam segitu nggak ada warung yang jualan tteokbokki. Buka aplikasi ojol pun percuma — kedai jajanan sudah tutup semua, dan tteokbokki minimarket rasanya tanggung banget, jadi males.

Sekarang harga tteokbokki di kedai jajanan Korea itu sudah naik ke kisaran Rp 52.000 sampai Rp 70.000. Memang sih, di kedai dapat odeng (fish cake) dan telur rebus sekalian, plus rasanya baru matang jadi wajar harganya segitu. Tapi ya, kedainya harus buka dulu baru ada artinya, kan? Makanya, kalau sudah urusan camilan tengah malam, yang paling gampang dijangkau tetap tteokbokki instan dari rak pendingin supermarket.

Kenapa Pilih Tteokbokki Kuah Daerimseon?

Beberapa hari lalu, aku dan istri belanja ke mart bahan makanan di Sintanjin, Daejeon (kota di Korea Selatan, sekitar 1,5 jam dari Seoul). Di sana aku iseng ambil satu bungkus Daerimseon Gukmul Tteokbokki — tteokbokki kuah bergaya jadul. Kebetulan April masih agak dingin kalau malam, jadi yang pedas-pedas lagi menggoda banget.

Harga normalnya sekitar Rp 46.000, tapi dapat diskon jadi cuma Rp 35.000. Dengan harga segitu, gagal pun nggak terlalu nyesek. Jadi ya sudah, langsung masuk keranjang. Ekspektasi sengaja dipasang rendah — tapi ternyata setelah dimasak, ada beberapa hal yang perlu diceritakan.

Kesan Pertama dari Kemasannya

Kemasan depan tteokbokki kuah Daerimseon berwarna merah mencolok
Kemasan tteokbokki instan Daerimseon dengan tulisan porsi 2 orang

Kemasannya merah menyala, langsung menarik perhatian. Di bagian depan ada foto tteokbokki yang kelihatan menggugah selera — tapi di pojoknya tertulis kecil "gambar ilustrasi", jadi ya sudah pasti aslinya beda. Meskipun begitu, kalau kamu berdiri di depan rak pendingin jam tiga pagi, apa saja kelihatan enak.

Tertulis 2 porsi, padahal aku beli buat makan sendiri. Agak malu juga sih pas di kasir.

Cara Masak di Samping Kemasan — 10 Menit Jadi

Instruksi memasak bergambar di sisi kemasan tteokbokki Daerimseon
Langkah-langkah memasak tteokbokki instan dalam bentuk ilustrasi

Di sisi kemasan ada petunjuk masak bergambar, dan namanya juga tteokbokki instan, langkahnya simpel banget. Bilas tteok-nya (kue beras) di air mengalir, lalu masukkan air dan saus ke panci, tunggu mendidih, masukkan tteok, masak 4 menit lagi — selesai. Termasuk waktu bilas tteok, total cuma 10 menit sudah jadi semangkuk.

Di kemasan memang disarankan bisa tambah sayuran, odeng, atau telur rebus, tapi siapa juga yang mau menyiapkan itu jam tiga pagi. Rencanaku ya masak apa adanya, pakai isi bawaan saja.

Isi Kemasan Setelah Dibuka

Isi kemasan tteokbokki Daerimseon dengan tteok dalam wadah transparan

Begitu dibuka, tteok-nya ternyata dikemas terpisah dalam wadah plastik transparan. Tulisannya "Hanipsok Ssal Tteokbokki Tteok" — semacam tteok beras potong satu gigitan. Potongannya pendek-pendek dan agak gendut, kelihatan pas untuk dimakan langsung satu suap. Yang lumayan asyik, wadah transparannya ini bisa dijadikan mangkuk dadakan — buat yang males cuci piring tengah malam, ini berkah kecil yang nggak disangka. Saus dan bumbu taburannya diletakkan di atas tteok.

Tteok Beras Satu Gigitan

Tteok beras potong kecil-kecil untuk tteokbokki instan

Aku keluarkan tteok-nya. Ini produk yang harus disimpan di kulkas, dan masa simpannya masih sekitar satu tahun lebih — jadi cocok buat ditimbun di kulkas untuk jaga-jaga. Tteok-nya putih bersih, dipotong pendek, dan sesuai namanya memang pas satu gigitan langsung masuk mulut.

Saus Rahasia dan Bumbu Tabur

Perbandingan ukuran sachet saus dan bumbu tabur tteokbokki Daerimseon

Kalau sachet saus dan bumbu tabur ditaruh sejajar, beda ukurannya agak lucu. Saus-nya terasa berat dan padat, sementara bumbu taburnya kalau diraba tipis banget — sampai ragu ini isinya ada atau nggak.

Bagian belakang sachet bumbu tabur bertuliskan produk olahan sayur-buah
Sachet saus tteokbokki bertuliskan saus rahasia di bagian belakang

Di belakang sachet bumbu tabur tertulis "produk olahan sayur-buah" — kemungkinan besar isinya serpihan daun bawang kering. Sachet saus-nya bertuliskan "Saus Rahasia" lengkap dengan cap stempel, terdengar megah padahal isinya tetap saus tteokbokki berbasis gochujang yang pedas manis. Tengah malam baca ini sendirian, aku cuma bisa senyum-senyum sendiri.

Ternyata Tidak Bisa Pakai Microwave

Petunjuk memasak di bagian belakang kemasan tteokbokki Daerimseon

Di bagian belakang juga ada petunjuk masak, tapi isinya sama persis dengan yang di samping. Masalahnya, karena di dalam ada wadah plastik, aku otomatis mengira ini bisa dimasak pakai microwave. Tapi dicari-cari ke mana pun, petunjuk untuk microwave nggak ada sama sekali.

Kan alasan beli makanan instan itu supaya nggak perlu repot keluarin panci dan nyalain kompor tengah malam. Bagian ini agak mengecewakan sih. Tapi ya mau bagaimana, akhirnya ikuti saja petunjuk yang ada.

Proses Masak Sebenarnya

Tteok beras dituang ke saringan sebelum dibilas
Membilas tteok di bawah air mengalir dari keran

Begitu tteok dituang ke saringan, porsinya ternyata cukup banyak. Katanya 2 porsi, dan memang kelihatan agak kebanyakan buat makan sendiri. Sesuai petunjuk, bilas dulu di bawah air mengalir — tinggal buka keran dan usap-usap sebentar. Air keran di Korea memang cukup bersih jadi nggak perlu difilter lagi. Tteok yang tadinya agak lengket satu sama lain langsung terpisah begitu kena air.

Jebakan Takaran Air 350ml

Tteok dan air sudah dimasukkan ke dalam panci

Tteok yang sudah dibilas langsung masuk panci, lalu tambahkan air. Di petunjuk tertulis air 350ml. Tapi ya namanya juga tengah malam — nggak pakai gelas takar, cuma kira-kira saja. Ternyata kayaknya kebanyakan, mungkin sampai 400ml. Di saat seperti ini rasanya pengen banget wadahnya punya garis penanda "tuang sampai sini" supaya nggak meleset.

Bumbu tabur dituang ke dalam panci berisi tteok

Bumbu tabur disobek dan dituang — serpihan daun bawang kering dan remah-remah kuning berjatuhan. Rasanya persis kayak saat menuang bumbu mi instan. Jujur sih, menyebut ini "topping" agak berlebihan mengingat jumlahnya segitu, tapi lebih baik ada daripada tidak sama sekali.

Saat Saus Larut dan Kuah Mulai Mendidih

Saus gochujang merah dituang di atas tteok putih dalam panci

Saus tteokbokki dipencet keluar di atasnya — karena berbasis gochujang, teksturnya agak kental. Saus merah yang mendarat di atas tteok putih dan serpihan daun bawang itu bikin pengen difoto dulu sebelum diaduk.

Kuah tteokbokki setelah saus diaduk sekali dalam panci

Setelah diaduk sekali, saus mulai larut dan kuah berubah kemerahan. Tapi warnanya belum merata — ada bagian yang pekat dan bagian yang masih encer, jadi terlihat belang-belang. Sepertinya karena air belum benar-benar mendidih. Meskipun begitu, aromanya sudah mulai naik dari panci.

Tteokbokki kuah sedang mendidih bergelembung di panci
Kuah merah tteokbokki mendidih sempurna dengan tteok beras mengapung

Begitu mulai mendidih, suasananya langsung beda. Warna kuah yang tadi belang-belang pelan-pelan jadi merah merata, dan mulai kelihatan seperti tteokbokki beneran. Gelembung-gelembung naik, aroma pedas manis ikut menguar, dan tteok-tteok kecil yang mengambang di kuah itu bikin ekspektasi mulai naik. Jelas beda sama foto di kemasan, tapi untuk ukuran masakan jam tiga pagi, ini lumayan banget.

Review Rasa yang Jujur

Tteokbokki kuah Daerimseon yang sudah jadi disajikan dalam mangkuk

Setelah dituang ke mangkuk, memang namanya tteokbokki kuah, tapi ini kuahnya kebanyakan. Tteok-nya sampai tenggelam semua, jadi tampilannya lebih mirip "sup pakai tteok" daripada tteokbokki. Tadi nuang air pakai perkiraan — di sinilah akibatnya terasa.

Kalau soal rasa, jujur nggak jelek. Pedas manisnya terasa, tapi karena kuahnya terlalu banyak, sausnya jadi encer dan rasa pedasnya kurang nendang. Sensasi pedas memang sempat menyentuh ujung lidah, tapi belakangnya hambar.

Catatan untuk masak berikutnya

Air sebaiknya mulai dari 300ml, kalau kurang baru tambah sedikit-sedikit. Kalau langsung tuang 350ml sekaligus, bisa-bisa kayak aku — kebablasan sampai 400ml dan kuahnya jadi hambar.

Foto close-up kuah merah tteokbokki dalam mangkuk

Kalau dilihat dari dekat, warna kuahnya sebenarnya merah cukup cantik. Tteok-nya juga sudah menyerap saus sehingga sedikit berwarna, dan serpihan daun bawang terlihat mengambang di sana-sini. Tapi justru karena di-zoom begini, jadi makin kelihatan kalau kuahnya memang terlalu banyak.

Tteok beras kenyal diangkat dengan sumpit dari kuah merah

Aku ambil satu pakai sumpit — tteok-nya kenyal, matang sempurna. Butiran bubuk cabai terlihat nempel rapat di permukaan tteok. Satu gigitan, dan tekstur tteok-nya memang enak, kenyal pas — tapi karena kuah terlalu encer, rasanya belum meresap maksimal ke tteok. Tteok-nya sendiri oke, cuma tetap nyesel karena tadi kebanyakan air.

Kesimpulan: Tteokbokki Kuah Daerimseon

Daerimseon Gukmul Tteokbokki ini untuk ukuran tteokbokki instan seharga Rp 35.000, hasilnya nggak mengecewakan. Tteok-nya kenyal dan sausnya memang punya rasa pedas manis yang pas. Asalkan jangan kebanyakan air seperti aku, harusnya enak.

Kalau ditanya kekurangannya, ada dua. Pertama, sama sekali tidak ada topping seperti odeng atau telur rebus. Makan tteok dengan kuah doang terasa agak kosong. Memang sih dengan harga Rp 35.000 nggak bisa berharap banyak, tapi kalau kebetulan ada odeng di kulkas, sangat disarankan ditambahkan. Kedua, tidak ada petunjuk masak pakai microwave. Tujuan beli makanan instan kan supaya nggak ribet, tapi sudah dikasih wadah plastik di dalamnya eh ternyata tetap harus pakai panci — ironis juga.

Lain kali aku mau coba kurangi airnya dan tambah odeng, pasti hasilnya jauh lebih enak. Sebagai tteokbokki instan yang bisa disimpan di kulkas untuk malam-malam saat ngidam sesuatu yang pedas, produk ini cukup layak. Mau jam berapa pun, tinggal masak 10 menit langsung jadi — dan itulah inti dari keberadaan camilan instan seperti ini.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Q. Berapa harganya?

Harga normal sekitar Rp 46.000, tapi aku dapat harga diskon di mart bahan makanan yaitu Rp 35.000.

Q. Ini untuk berapa porsi?

Di kemasan tertulis 2 porsi. Untuk makan sendiri sebagai camilan malam, porsinya lebih dari cukup.

Q. Bisa dimasak pakai microwave?

Di petunjuk resmi tidak ada panduan masak dengan microwave. Hanya tersedia cara masak menggunakan panci atau wajan di atas kompor.

Q. Berapa lama waktu memasaknya?

Termasuk waktu membilas tteok, sekitar 10 menit sudah jadi satu mangkuk penuh.

Q. Takaran air yang pas berapa?

Di petunjuk tertulis 350ml, tapi kalau nggak mau kuahnya hambar, lebih baik mulai dari 300ml lalu tambah pelan-pelan sesuai selera.

Q. Bisa beli di mana?

Biasanya tersedia di rak pendingin mart bahan makanan besar di Korea. Aku sendiri membelinya di mart bahan makanan daerah Sintanjin, Daejeon.

Tanggal Terbit 23 April 2026 pukul 19.18
Tanggal Diperbarui 9 Mei 2026 pukul 08.50